POPNEWS.ID – Upaya memperkuat kapasitas penanggulangan bencana di Samarinda mendapat dukungan dari Komisi III DPRD Samarinda.
Lembaga legislatif tersebut menyatakan komitmennya mengawal usulan kenaikan anggaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda dari Rp10,2 miliar menjadi Rp16 miliar pada 2027 agar tidak mengalami pemangkasan dalam proses pembahasan anggaran.
Dukungan itu disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPRD Samarinda bersama BPBD, Rabu (8/7/2026).
Rapat tersebut membahas evaluasi serapan anggaran 2025, pelaksanaan program 2026, serta proyeksi Rencana Kerja Anggaran (RKA) 2027.
Dalam kesempatan iu, Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengatakan pagu anggaran BPBD saat ini masih belum sebanding dengan kebutuhan penanganan bencana di lapangan.
Dari total anggaran Rp10,2 miliar, sebagian besar masih terserap untuk belanja rutin.
Berdasarkan evaluasi hingga Juni 2026, realisasi anggaran baru mencapai 59 persen.
Sementara sekitar 85 persen dari total anggaran digunakan untuk belanja rutin, sedangkan sisanya dialokasikan untuk kegiatan tanggap darurat dan penanggulangan bencana.
“Komposisi anggaran yang ada saat ini masih didominasi belanja rutin. Akibatnya, ruang untuk memperkuat program penanggulangan bencana masih sangat terbatas,” kata Deni.
BPBD Samarinda mengusulkan kenaikan anggaran menjadi Rp16 miliar pada 2027.
Menurut Deni, Komisi III akan mengawal usulan tersebut agar tetap menjadi prioritas hingga pembahasan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
“Kami berharap usulan anggaran Rp16 miliar bisa dipertahankan sampai tahap pengesahan. Tambahan anggaran ini penting agar BPBD memiliki kapasitas yang lebih besar dalam menjalankan tugas penanggulangan bencana,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa Samarinda tidak boleh lengah terhadap potensi bencana.
Karena itu, penguatan anggaran harus diiringi dengan peningkatan program mitigasi dan pencegahan sejak dini.
“Kami ingin penanganan bencana tidak hanya berfokus saat keadaan darurat, tetapi juga memperkuat langkah-langkah pencegahan sejak awal. Itu menjadi bagian penting yang akan terus kami dorong,” pungkasnya. (Adv)

