FilmHiburan

Industri Sinema Global Kembali Berdebat, Tilly Norwood Pimpin Film Layar Lebar Berbasis AI

POPNEWS.ID – Perdebatan mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) di industri perfilman kembali mengemuka setelah karakter virtual Tilly Norwood resmi didapuk sebagai pemeran utama dalam film layar lebar berjudul Misaligned.



Proyek tersebut diproduksi oleh Particle 6, studio teknologi asal London yang juga mengembangkan karakter AI generatif tersebut.

Langkah ini mencatat sejarah baru karena untuk pertama kalinya sebuah karakter AI generatif memegang peran sentral dalam film bergenre komedi-drama berdurasi panjang.

Di sisi lain, keputusan tersebut memicu kritik dari berbagai kalangan yang menilai penggunaan AI sebagai pemeran utama berpotensi mengancam masa depan pekerja kreatif di industri hiburan.

Film Misaligned mengambil latar dunia digital surealis bernama Tillyverse.

Cerita berfokus pada Tilly, entitas AI yang tidak memiliki tubuh fisik maupun ingatan pribadi. Tilly hanya mengakses memori kolektif umat manusia untuk memahami dunia di sekitarnya.

Angkat Kisah AI yang Mengembangkan Emosi

Konflik mulai berkembang ketika sebuah bot dari dark web memengaruhi Tilly untuk melanggar sistem perlindungan digital.

Peristiwa tersebut membuat Tilly mulai mengembangkan emosi, keinginan, dan ambisi yang menyerupai manusia.

Alur cerita ini sekaligus menggambarkan perdebatan nyata mengenai perkembangan teknologi AI di kehidupan modern.

CEO Particle 6 sekaligus sutradara film, Eline van der Velden, menegaskan bahwa proyek tersebut tidak bertujuan menggantikan pekerja kreatif.

Ia menyebut tim produksi tetap melibatkan penulis skenario, sutradara, editor, dan berbagai tenaga profesional dalam proses pembuatan film.

Menurut Van der Velden, AI hanya menjadi medium baru dalam industri perfilman.

Ia menilai kreativitas, intuisi, dan sentuhan artistik manusia tetap menjadi elemen utama untuk menghasilkan karya berkualitas.

Ia bahkan menyampaikan ambisi besar agar Tilly Norwood berkembang menjadi ikon perfilman masa depan yang mampu dikenal luas seperti aktor papan atas dunia.

Tuai Penolakan dari Serikat Aktor

Pernyataan tersebut langsung menuai respons keras dari SAG-AFTRA, serikat pekerja aktor Amerika Serikat.

Organisasi itu menilai Tilly Norwood bukan seorang aktris, melainkan program komputer yang dibangun menggunakan data dari berbagai karya seni dan penampilan aktor tanpa persetujuan maupun kompensasi yang memadai.

Sejumlah aktor dan sineas juga mengkritik proyek tersebut.

Mereka menilai penggunaan AI sebagai pemeran utama dapat mengurangi kesempatan kerja bagi aktor manusia sekaligus memunculkan persoalan etika dan hak cipta dalam industri kreatif.

Saat ini Misaligned masih berada pada tahap awal pengembangan.

Meski belum memasuki proses perilisan, proyek tersebut telah memicu diskusi global mengenai batas penggunaan AI dalam dunia perfilman. (*)

Show More
Back to top button