
POPNEWS.ID – Kolam bekas tambang yang kembali menelan korban jiwa anak-anak menjadi perhatian Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Maswedi.
Ia mendesak pemerintah memperketat pengawasan dan meminta perusahaan tambang bertanggung jawab mengamankan lubang bekas galian guna mencegah kejadian serupa terulang.
Menurutnya, meskipun kewenangan perizinan pertambangan ada di pemerintah pusat, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda tetap dapat mengambil langkah sesuai kewenangannya, terutama untuk mengevaluasi kondisi lubang bekas tambang yang berada di sekitar permukiman warga.
Ia menyebut, pemerintah dan perusahaan pemegang izin tambang perlu mengambil langkah konkret untuk melindungi masyarakat, terutama anak-anak yang beraktivitas di sekitar lokasi berbahaya.
“Perlu ada evaluasi besar terkait persoalan ini, terutama berkaitan dengan keamanan di sekitar kolam bekas lubang tambang,” ujar Maswedi, Senin (19/10/2026).
Politisi NasDem ini meminta pemerintah memperkuat pengawasan secara berkala, memetakan lokasi yang berisiko, serta memastikan setiap kolam bekas tambang memiliki sistem pengamanan yang memadai.
Selain itu, Maswedi menekankan pentingnya pembatasan akses masyarakat ke kawasan bekas tambang.
Ia meminta perusahaan memasang pagar pengaman dan rambu peringatan agar warga, khususnya anak-anak, tidak mendekati kolam yang berpotensi membahayakan keselamatan.
“Pemerintah dan pemegang izin tambang wajib memperketat pengamanan agar aktivitas di sekitar kolam atau danau dibatasi, terutama untuk anak-anak,” tegasnya.
Maswedi juga mengingatkan perusahaan tambang agar tidak mengabaikan tanggung jawab setelah kegiatan pertambangan berakhir.
Ia menegaskan, perusahaan harus mengamankan lubang bekas tambang dan melakukan penutupan atau pemulihan lahan sesuai ketentuan yang berlaku.
Pengawasan dan penegakan aturan juga, ucapnya, harus berjalan beriringan untuk memastikan seluruh pihak menjalankan tanggung jawabnya.
“Perusahaan harus bertanggung jawab atas pengamanan lubang bekas tambang. Pemerintah juga mesti bertindak tegas kepada mereka yang tidak bertanggung jawab,” pungkasnya.
Maswedi berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata melalui evaluasi, pengawasan rutin, dan penegakan aturan.
Ia menilai, upaya tersebut penting untuk mencegah jatuhnya korban berikutnya dan menjamin keselamatan masyarakat di sekitar kolam bekas tambang. (Adv)


