
POPNEWS.ID – Aktris Megan Fox kembali menjadi sorotan publik setelah membintangi iklan terbaru untuk produk obat yang ditujukan bagi pria dewasa.
Bintang Jennifer’s Body itu tampil dengan konsep yang berani dan penuh humor untuk mengangkat isu kesehatan seksual pria yang selama ini masih kerap dianggap sensitif.
Dalam iklan tersebut, Megan Fox mengenakan catsuit merah ketat yang menjadi bagian dari konsep visual kampanye.
Ia tidak sekadar tampil sebagai bintang iklan, tetapi juga memerankan personifikasi dari produk obat tersebut.
Konsep tersebut membuat Fox tampil sebagai representasi langsung dari produk yang digunakan untuk membantu menangani masalah kesehatan seksual pada pria dewasa.
Pendekatan kreatif itu sekaligus memberikan nuansa ringan terhadap topik yang biasanya dibicarakan secara serius.
Kehadiran Fox dalam kampanye tersebut kemudian menarik perhatian publik.
Namanya kembali ramai diperbincangkan karena penampilan dan konsep iklan yang dianggap berbeda dari kampanye produk kesehatan pada umumnya.
Alasan Megan Fox Menerima Proyek
Fox mengungkapkan alasan dirinya tertarik mengambil bagian dalam proyek tersebut.
Dalam wawancara eksklusif dengan People, ia menyebut dirinya merasa sangat cocok dengan konsep kampanye yang ditawarkan.
“Saya pribadi merasa seperti terlahir untuk proyek ini. Tidak ada orang yang lebih tepat untuk terlibat di sini,” ujar Fox seperti dikutip People.
Menurut Fox, keterlibatannya bukan hanya soal penampilan dalam sebuah iklan.
Ia juga melihat kampanye tersebut sebagai kesempatan untuk membicarakan masalah kesehatan seksual dengan cara yang lebih terbuka dan tidak terlalu kaku.
Fox menilai humor dapat membantu masyarakat membicarakan persoalan yang selama ini dianggap tabu. Ia juga menyoroti stigma yang masih melekat pada pria ketika mereka mengalami masalah kesehatan seksual.
“Mengapa harus mengambil topik yang sudah berat lalu membuatnya makin terasa berat?” kata Fox.
Ia menambahkan bahwa persoalan kesehatan seksual memang memiliki sisi serius.
Namun, menurutnya, cara menyampaikan pesan kepada masyarakat tidak harus selalu menggunakan pendekatan yang berat.
“Masalah ini sudah terasa serius, jadi biarkan promosinya terasa menyenangkan,” pungkasnya. (*)
