
POPNEWS.ID – DPRD Samarinda menyoroti sejumlah kendala dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang diterapkan untuk melindungi siswa dari paparan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, menilai PJJ menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan siswa di tengah buruknya kualitas udara.
Namun, keterbatasan fasilitas dan akses internet masih menghambat proses pembelajaran di sejumlah sekolah.
“Tidak semua anak memiliki akses HP atau tidak semua memiliki internet, itu jadi masalah,” ujarnya.
Ia menyampaikan hal tersebut setelah meninjau sejumlah sekolah di Kecamatan Sambutan saat PJJ berlangsung.
Dalam kunjungan itu, ia menemukan perbedaan pelaksanaan PJJ di lapangan.
Sejumlah sekolah memanfaatkan perangkat digital untuk menyampaikan materi secara daring.
Namun, keterbatasan fasilitas membuat sebagian siswa hanya menerima tugas tanpa mendapatkan pendampingan belajar secara optimal.
Sri Puji Astuti menegaskan, pemerintah dan pihak sekolah perlu mengevaluasi pelaksanaan PJJ agar seluruh siswa tetap memperoleh materi pembelajaran secara merata.
Menurutnya, sekolah tidak cukup hanya memindahkan kegiatan belajar dari ruang kelas ke rumah tanpa memastikan siswa dapat mengikuti proses pembelajaran.
Meski menghadapi berbagai kendala, ia mengapresiasi upaya sekolah yang tetap memberikan pembelajaran secara daring di tengah kondisi darurat akibat karhutla.
Ia juga menilai sekolah dapat melengkapi materi yang belum tersampaikan secara maksimal setelah kegiatan belajar tatap muka kembali berlangsung.
Karena itu, evaluasi perlu mempertimbangkan kondisi setiap sekolah, ketersediaan perangkat belajar, serta kemampuan siswa dalam mengakses pembelajaran.
Di sisi lain, Sri Puji Astuti mengingatkan pentingnya mengutamakan kesehatan anak selama kualitas udara memburuk.
Ia menilai siswa tidak seharusnya mengambil risiko terpapar asap hanya untuk mengikuti pembelajaran di kelas.
Meski demikian, ia berharap pemerintah tidak menerapkan PJJ terlalu lama.
Ia ingin siswa segera kembali belajar secara langsung setelah kondisi udara memungkinkan.
“Harapannya PJJ-nya sebentar saja, tidak seperti waktu Covid,” pungkasnya. (Adv)

