
POPNEWS.ID – Berlliana Lovell kembali mengenang perjuangannya melawan kanker yang didiagnosis pada 2013.
Setelah menjalani kemoterapi hingga dinyatakan remisi pada 2017, ia kembali menghadapi masalah kesehatan dengan menjalani operasi pengangkatan kista di Korea Selatan pada 2025.
Pengalaman tersebut membuat Berlliana menyadari pentingnya keberanian menghadapi diagnosis dan tidak menunda pemeriksaan medis.
Berlliana mengaku terkejut ketika dokter pertama kali menyampaikan diagnosis kanker.
Ia sempat tidak percaya dan kesulitan menerima kenyataan tersebut.
Beberapa hari setelah mendengar vonis itu, barulah ia bisa meluapkan kesedihan yang selama ini dipendam.
“Aslinya kita cuma bisa bengong karena… hah? Masa sih? Masih denial pasti,” kata Berlliana Lovel, Senin (12/10/2026).
Sebelum menerima diagnosis, Berlliana menemukan bentol merah di bagian dada.
Benjolan itu tidak menimbulkan rasa gatal, tetapi terasa ngilu ketika ia menyentuhnya.
Awalnya, Berlliana mengira benjolan tersebut hanya pembengkakan kelenjar getah bening.
Namun, ia akhirnya memutuskan untuk memeriksakan kondisinya ke dokter. Pemeriksaan medis kemudian mengungkap bahwa ia mengidap kanker.
Jalani Kemoterapi hingga Remisi pada 2017
Berlliana menjalani kemoterapi untuk mengatasi penyakitnya.
Selama menjalani pengobatan, ia merasakan tubuhnya lemas dan mengalami nyeri.
Proses tersebut menjadi salah satu bagian berat dalam perjuangannya melawan kanker.
Meski demikian, Berlliana terus menjalani pengobatan hingga kondisinya berangsur membaik.
Setelah menyelesaikan rangkaian pengobatan, ia akhirnya memasuki masa remisi pada 2017.
Ia juga menegaskan bahwa setiap orang yang menghadapi kanker memiliki perjuangan masing-masing.
Menurutnya, tidak tepat jika seseorang menganggap perjuangannya lebih berat atau lebih ringan dibandingkan pasien lainnya.
“Perjuangannya sama dengan yang lainnya. Pasti berat, nggak ada yang lebih berat atau lebih ringan sih menurut aku kalau soal kanker, sama-sama berat kayak yang lainnya. Gak ada istimewanya lah, sama kayak pejuang yang lain,” pungkasnya. (*)
