
POPNEWS.ID – DPRD Samarinda memberikan dukungan terhadap rencana penerapan layanan transportasi massal Buy The Service (BTS) di Kota Tepian.
Kekhawatiran mengenai potensi kemacetan akibat pengoperasian bus dinilai dapat diantisipasi melalui penyesuaian jenis armada dengan kondisi ruas jalan.
Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengatakan kehadiran transportasi massal justru dapat menjadi bagian dari solusi untuk mengurangi kepadatan kendaraan.
Menurutnya, karakteristik jalan di Samarinda masih memungkinkan untuk mendukung pengoperasian angkutan umum massal dengan perencanaan yang tepat.
Ia menilai Samarinda tidak jauh berbeda dengan sejumlah kota lain yang telah menerapkan layanan transportasi massal.
“Kalau melihat kondisi jalan yang ada, sebenarnya masih memungkinkan. Yang terpenting, ukuran dan spesifikasi armadanya disesuaikan dengan kondisi masing-masing ruas,” tutur Deni, Minggu (4/10/2026).
Menurutnya, tidak semua koridor harus menggunakan bus berukuran besar.
Pada ruas dengan lebar jalan terbatas, pemerintah dapat memilih armada berukuran sedang sehingga operasional tetap berjalan tanpa mengganggu kelancaran lalu lintas.
Ia juga mendorong agar penerapan BTS dilakukan secara bertahap.
Satu hingga dua koridor dapat lebih dulu dijadikan percontohan sebelum layanan diperluas ke rute lainnya.
“Setelah rutenya jelas, fasilitas pendukung juga harus segera disiapkan supaya masyarakat benar-benar nyaman menggunakan transportasi umum,” pungkasnya.
Ia berharap Pemkot segera memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dan Kementerian Perhubungan agar program BTS dapat direalisasikan pada 2027. (Adv)


