
POPNEWS.ID – Komjen Suyudi Ario Seto segera menempati pucuk pimpinan Polri setelah DPR RI menyetujui pengangkatannya sebagai Kapolri.
Perwira tinggi lulusan Akpol 1994 ini memiliki rekam jejak panjang di bidang reserse hingga menduduki sejumlah jabatan strategis, termasuk Kapolda Banten dan Kepala BNN.
Perjalanan Karier Komjen Suyudi Ario Seto
Suyudi mengawali perjalanan kariernya di bidang reserse ketika bertugas sebagai Kanit II Resmob Polda Metro Jaya.
Setelah itu, Suyudi mengisi sejumlah jabatan di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Suyudi pernah menjabat Kapolsek Pasar Minggu.
Dia kemudian dipercaya menjadi Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat.
Kariernya terus berkembang.
Pada 2011, Suyudi mendapat kepercayaan sebagai Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
Enam tahun kemudian, Suyudi menduduki posisi Kapolres Metro Jakarta Pusat pada 2017.
Pada 2019, dia kembali mendapat promosi sebagai Dirreskrimum Polda Metro Jaya.
Duduki Jabatan Strategis di Bareskrim
Pengalaman Suyudi tidak hanya berada di tingkat kewilayahan.
Dia juga pernah mengemban sejumlah jabatan strategis di Bareskrim Polri.
Pada 2020, Suyudi menjabat Wadirtipideksus Bareskrim Polri.
Pada tahun yang sama, dia kemudian dipercaya sebagai Wadirtipidsiber Bareskrim Polri.
Pengalaman tersebut memperluas rekam jejak Suyudi dalam menangani berbagai perkara pidana, termasuk tindak pidana ekonomi khusus dan kejahatan siber.
Jadi Kapolda Banten
Pada 2023, Suyudi mendapat promosi sebagai Wakapolda Metro Jaya.
Penunjukan itu sekaligus membuat pangkatnya naik menjadi Brigadir Jenderal Polisi atau jenderal bintang satu.
Setahun kemudian, Suyudi kembali mendapat promosi.
Dia ditunjuk sebagai Kapolda Banten dan menyandang pangkat Inspektur Jenderal Polisi atau jenderal bintang dua.
Karier Suyudi kemudian berlanjut ke tingkat nasional.
Presiden Prabowo Subianto melantiknya sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) pada 25 Agustus 2025.
Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 118/TPA Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari dan dalam Jabatan Tinggi Utama di Lingkungan BNN.
Kinerja di BNN
Selama memimpin BNN, Suyudi menjalankan sejumlah program pemberantasan narkotika. Pada 2026, BNN mencatat penyitaan 12,3 ton barang bukti narkotika.
Selain itu, BNN menyebut upaya pemberantasan narkotika telah menghentikan nilai ekonomi sebesar Rp16,5 triliun. Aparat juga menyita aset terkait tindak pidana pencucian uang (TPPU) senilai Rp165 miliar.
BNN turut mencatat sebanyak 48,3 juta jiwa generasi yang disebut terselamatkan dari ancaman narkotika.
Dengan pengalaman di bidang reserse, kewilayahan, Bareskrim, hingga BNN, Suyudi kini mendapat persetujuan DPR RI untuk menduduki posisi Kapolri. (*)