POPNEWS.ID – Wakil Ketua Umum DPP PAN Saleh Partaonan Daulay menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto tentang sosok pemimpin yang menghasut kerusuhan bukan ditujukan untuk menyerang pihak tertentu.
Ia menyebut pesan tersebut sebagai ajakan agar seluruh elemen bangsa menjaga suasana politik tetap stabil dan menghindari tindakan yang dapat memicu konflik.
Saleh mengatakan masyarakat perlu memahami bahwa kompetisi politik memiliki batas waktu.
Setelah proses pemilu selesai, seluruh pihak harus kembali mengutamakan kepentingan bangsa dibanding mempertahankan persaingan politik.
“Kalau sebelumnya belum berhasil, jangan kemudian mengajak orang lain membuat keributan. Masih ada kesempatan untuk ikut kembali dalam proses demokrasi pada waktu yang tepat,” kata Saleh kepada wartawan, Selasa (14/7/2026).
Menurut Saleh, Prabowo sendiri telah memberikan contoh melalui perjalanan politiknya.
Ia menyebut Prabowo beberapa kali menghadapi kekalahan dalam kontestasi politik, tetapi tetap memilih jalur demokrasi hingga akhirnya berhasil meraih kemenangan.
“Perjalanan politik Presiden Prabowo menunjukkan bahwa perjuangan tidak berhenti hanya karena pernah kalah. Yang penting tetap menjaga aturan dan menghormati proses demokrasi,” ujarnya.
Ajak Semua Pihak Bersatu Setelah Pemilu
Saleh menilai situasi politik nasional saat ini berada dalam kondisi yang cukup baik.
Ia meminta seluruh pihak menghadapi berbagai persoalan, mulai dari politik, ekonomi, hingga penegakan hukum, dengan kepala dingin.
Ia mengatakan perbedaan sikap politik merupakan bagian dari demokrasi. Namun, setelah masa kompetisi berakhir, seluruh kelompok memiliki tanggung jawab yang sama untuk mendukung pembangunan.
“Dalam politik ada waktunya bertanding dan ada waktunya bekerja bersama. Sekarang adalah waktu bagi semua pihak untuk berkontribusi membangun Indonesia,” tutur Saleh.
Ia menambahkan bahwa pihak yang sebelumnya berada di kubu berbeda saat pemilu tetap dapat bekerja sama setelah kontestasi selesai.
Menurutnya, persaingan politik tidak boleh menjadi alasan untuk memperlebar perpecahan di masyarakat.
Prabowo Singgung Pihak yang Mendorong Aksi ‘Bakar-Bakar’
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pernyataan mengenai pentingnya menjaga demokrasi tanpa melakukan tindakan yang merusak ketertiban.
Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri puncak Hari Koperasi Nasional di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (12/7/2026).
Prabowo menyebut perbedaan partai politik bukan menjadi persoalan selama seluruh pihak menjalankan kompetisi secara sehat. Ia mengatakan setiap pihak harus siap menerima hasil pemilihan.
Namun, ia mengecam pihak yang mendorong masyarakat melakukan tindakan anarkis setelah mengalami kekalahan politik.
Prabowo menyebut pemimpin yang mengajak aksi pembakaran dan kerusuhan sebagai pemimpin yang mengkhianati bangsa.
Saleh mengaku tidak mengetahui siapa pihak yang dimaksud dalam pernyataan tersebut. Ia meminta masyarakat tidak menarik kesimpulan terlalu jauh dan memilih menangkap pesan utama berupa ajakan menjaga kedamaian.
“Pesan Presiden adalah agar semua pihak ikut menjaga ketertiban, memperkuat persatuan, dan berpartisipasi dalam pembangunan,” pungkasnya. (*)


