Tak Berkategori
Trending

Mengajar di UMKT, Andi Harun Ingatkan Bahaya Tindakan Pemerintah Tanpa Dasar Hukum

POPNEWS.ID – Wali Kota Samarinda Andi Harun kembali menunjukkan kiprahnya di dunia akademik dengan menjadi pengajar pada Program Magister Hukum di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT).



Dalam kesempatan tersebut, ia mengampu materi Hukum Administrasi Pemerintahan dan menyampaikan sejumlah konsep penting terkait penyelenggaraan pemerintahan modern.

Kegiatan perkuliahan berlangsung di Gedung G lantai 4 UMKT, Jalan Juanda, Samarinda, pada Jumat (22/5/2026) malam.

Pada hari yang sama, Andi Harun juga mengisi perkuliahan di Universitas Widya Gama Mahakam (UWGM) pada sesi sore sebelum melanjutkan mengajar di UMKT.

Tekankan Prinsip Legalitas Pemerintahan

Dalam pemaparannya, Andi Harun menegaskan pentingnya prinsip legalitas dalam setiap tindakan pemerintahan.

Ia menjelaskan bahwa kekuasaan negara tidak otomatis sah jika tidak memiliki dasar hukum yang jelas, baik dari aspek kewenangan, prosedur, maupun legitimasi.

“Setiap tindakan pemerintah harus memiliki dasar kewenangan, prosedur, dan legitimasi hukum yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya di hadapan mahasiswa Magister Hukum UMKT.

Ia juga menekankan bahwa praktik pemerintahan harus selalu berlandaskan aturan hukum yang berlaku, mulai dari undang-undang, peraturan daerah, hingga mekanisme administratif yang benar.

Menurutnya, pelaksanaan kebijakan publik tidak boleh keluar dari koridor hukum yang telah ditetapkan.

Pendekatan Praktis dalam Hukum Administrasi

Selain aspek normatif, Andi Harun turut mengaitkan materi dengan praktik penyelenggaraan pemerintahan di lapangan.

Ia menyoroti dinamika birokrasi serta tantangan tata kelola pemerintahan di era modern yang menuntut ketepatan, transparansi, dan akuntabilitas.

Ia mencontohkan bahwa tindakan penertiban seperti terhadap pedagang kaki lima di ruang publik tidak dapat dilakukan secara sewenang-wenang.

Pemerintah, kata dia, tetap harus mengedepankan pendekatan hukum dan prosedur yang sah.

“Betul tindakannya salah, tetapi penindakannya tidak boleh sewenang-wenang. Pemerintah harus bertindak berdasarkan hukum dan prosedur,” tegasnya.

Dorong Mahasiswa Berpikir Kritis

Dalam sesi perkuliahan tersebut, Andi Harun juga membagikan pengalaman pribadinya saat berprofesi sebagai advokat.

Ia menjelaskan pentingnya ketelitian dalam membaca fakta hukum, memahami hukum formil dan materiil, serta menyusun argumentasi hukum secara sistematis.

Ia mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menghafal pasal, tetapi juga memahami konteks penerapan hukum dalam kehidupan nyata.

Menurutnya, kemampuan menganalisis fakta secara mendalam menjadi kunci utama dalam proses pembuktian di dunia peradilan.

“Inti dari proses hukum adalah pembuktian. Karena itu, kemampuan menganalisis fakta sangat menentukan arah suatu perkara,” jelasnya.

Interaksi Aktif dan Apresiasi

Suasana perkuliahan berlangsung hangat dan interaktif.

Mahasiswa terlihat aktif berdiskusi dan merespons materi yang disampaikan dengan berbagai pertanyaan kritis.

Andi Harun membangun ruang dialog yang mendorong mahasiswa berpikir lebih luas terhadap persoalan hukum administrasi.

Ia juga menegaskan bahwa hukum tidak hanya dipahami sebagai teks peraturan, tetapi sebagai instrumen yang berkaitan langsung dengan kepentingan publik, pelayanan masyarakat, dan prinsip keadilan.

Kehadiran Andi Harun sebagai pengajar mendapat apresiasi dari mahasiswa dan sivitas akademika UMKT.

Mereka menilai penyampaian materi berlangsung komunikatif, kontekstual, dan mampu menghubungkan teori dengan praktik pemerintahan secara nyata. (*)

Show More
Back to top button