
POPNEWS.ID – Mantan anggota grup Ariaz, Jang Hyo Gyeong, mengungkap praktik tidak sehat di industri K-Pop yang melibatkan sosok “sponsor” atau yang kerap disebut sugar daddy.
Ia membagikan pengalamannya melalui video YouTube berjudul As an Ex-Kpop Idol, Let’s Talk About ‘Sugar Daddies’.
Dalam videonya, Hyo Gyeong menegaskan bahwa praktik tersebut lebih sering terjadi di agensi kecil yang mengalami keterbatasan dana.
Ia menyebut perusahaan seperti itu kerap mencari dukungan finansial dari pihak luar demi mempertahankan operasional dan mendebutkan grup baru.
“Aku tidak membicarakan agensi besar. Mereka punya cukup uang untuk investasi ke grupnya,” ujar Hyo Gyeong.
Menurutnya, tekanan finansial membuat sebagian agensi kecil membuka celah hubungan personal yang tidak profesional antara artis dan pihak berkepentingan.
Relasi Personal dan Ketimpangan Kekuasaan
Hyo Gyeong mengaku pernah mengetahui seorang idol dari agensi lain menjalin hubungan dengan CEO perusahaannya.
Ia menilai relasi tersebut berdampak langsung pada pembagian peran di dalam grup.
“Idol itu selalu mendapat bagian nyanyi lebih banyak dan jadi center, meski kemampuannya biasa saja. Gosip itu beredar luas di industri,” katanya.
Ia menambahkan, fenomena serupa tidak hanya terjadi pada idol, tetapi juga pada trainee hingga aktor dan aktris pendatang baru.
Menurutnya, para investor atau pihak berkepentingan justru lebih aktif mendekati aktor baru karena mereka belum memiliki sumber penghasilan yang stabil.
Tawaran Proyek Kontroversial
Selain menyinggung soal “sponsor”, Hyo Gyeong juga membeberkan pengalaman pribadinya setelah debut.
Ia mengaku pernah menerima tawaran bermain film dengan syarat melakukan adegan telanjang.
“Aku tidak belajar akting hanya untuk melakukan hal seperti itu,” tegasnya.
Ia memilih menolak tawaran tersebut meski menyadari keputusan itu bisa berdampak pada kariernya di industri hiburan.
Kini, Hyo Gyeong memutuskan keluar dari dunia idol dan beralih profesi sebagai pelatih vokal.
Ia berharap pengalamannya dapat membuka mata publik tentang tantangan yang di hadapi artis di balik gemerlap industri K-Pop.
Grup Ariaz sendiri debut pada 2019 di bawah Rising Star Entertainment, label bentukan Star Empire Entertainment.
Agensi tersebut sebelumnya dikenal lewat sejumlah grup populer seperti Jewelry, V.O.S, Nine Muses, dan ZE:A.
Melalui pengakuannya, Hyo Gyeong mendorong adanya perhatian lebih terhadap sistem perlindungan artis, khususnya di agensi kecil, agar praktik tidak sehat dalam industri dapat diminimalkan. (*)