Nasional
Trending

Polemik Penilaian LCC 4 Pilar MPR RI di Kalbar, DPR RI Minta Dewan Juri Diblacklist

POPNEWS.ID – Polemik penilaian dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat terus menjadi sorotan publik setelah video perdebatan antara peserta dan dewan juri viral di media sosial.



Peristiwa ini memicu kritik karena dugaan ketidakkonsistenan pemberian nilai pada babak final lomba yang diikuti pelajar SMA.

Insiden tersebut melibatkan siswa SMAN 1 Pontianak yang mempertanyakan keputusan juri setelah jawaban mereka dinyatakan salah, meski dianggap sesuai materi 4 Pilar Kebangsaan.

Sementara tim lain dengan jawaban serupa justru memperoleh poin penuh.

Kejadian ini memicu perdebatan mengenai standar penilaian dalam ajang edukasi kebangsaan yang digelar MPR RI.

Rifqinizamy Soroti Penilaian

Ketua Komisi II DPR RI  sekaligus alumni SMAN 1 Pontianak Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, menyoroti insiden tersebut.

Ia mengaku telah berkomunikasi dengan Biro Persidangan MPR RI untuk meminta klarifikasi.

“Saya telah berkomunikasi dengan Biro Persidangan MPR RI yang menjadi penanggung jawab kegiatan ini. Saya meminta segera dibuat klarifikasi sekaligus permohonan maaf secara terbuka,” ujarnya.

Rifqinizamy menilai perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem penjurian agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Ia juga meminta agar juri yang terlibat dalam keputusan kontroversial tersebut tidak lagi digunakan dalam kegiatan berikutnya.

“Kami meminta kepada MPR RI untuk mem-blacklist juri tersebut agar tidak lagi digunakan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa peristiwa ini mencederai nilai intelektualitas serta semangat konstitusionalisme yang menjadi dasar pelaksanaan lomba.

Dorongan Apresiasi untuk Peserta

Selain itu, ia mendorong agar siswa yang dianggap menjawab benar tetap mendapat apresiasi dari MPR RI.

Ia mengusulkan agar peserta tersebut diberi penghargaan sebagai Duta Empat Pilar Kebangsaan tingkat SMA di Kalimantan Barat.

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menjaga semangat pelajar dalam memahami nilai kebangsaan.

Polemik ini masih menjadi perhatian publik dan menunggu klarifikasi resmi dari pihak penyelenggara terkait mekanisme penilaian dalam lomba tersebut. (*)

Show More
Back to top button