
POPNEWS.ID – Aktris Melissa Barrera kembali menjadi sorotan setelah memberikan pernyataan keras terkait produksi Scream 7 dalam wawancara bersama Variety pada 7 Mei 2026.
Dalam wawancara tersebut, ia mengungkapkan kekecewaan mendalam terhadap studio dan sejumlah aktor yang tetap kembali ke waralaba setelah dirinya dikeluarkan pada 2023.
Barrera menilai situasi di balik layar film tersebut tidak berjalan sehat dan penuh kepentingan bisnis.
Ia menyebut keputusan kreatif dalam waralaba itu sudah kehilangan arah sejak perubahan besar dalam jajaran pemain.
Dalam wawancara tersebut, Barrera melontarkan kritik langsung kepada para pemain lama yang kembali bergabung dalam proyek tersebut, termasuk Neve Campbell dan Courteney Cox.
Ia mengatakan, “Oh, seratus persen (mereka scab). Saya pikir mereka semua melakukannya, dan mereka harus hidup dengan keputusan itu.”
Pernyataan tersebut langsung memicu perdebatan di kalangan penggemar film horor, terutama karena istilah “scab” memiliki konotasi sensitif dalam dunia ketenagakerjaan.
Kritik terhadap Studio dan Arah Cerita
Barrera juga menuduh pihak studio menggunakan strategi “nostalgia-bait” untuk menarik penonton tanpa menghadirkan inovasi cerita yang kuat.
Ia menilai keputusan tersebut membuat kualitas film menurun dibandingkan seri sebelumnya.
Ia menyatakan secara singkat, “Saya tahu,” ketika pewawancara menyebut bahwa film tersebut dianggap menurun kualitasnya.
Menurutnya, waralaba tersebut dipaksakan untuk terus berjalan meski kehilangan fondasi cerita yang solid setelah keluarnya dirinya dan Jenna Ortega.
Tuduhan Soal Data Box Office
Dalam wawancara yang sama, Barrera juga meragukan klaim kesuksesan box office Scream 7 yang disebut meraih sekitar 207 juta dolar secara global.
Ia menuduh adanya ketidaksesuaian data yang dirilis ke publik.
“Saya pikir mereka berbohong tentang angka-angkanya. Saya tidak percaya film itu menghasilkan uang sebanyak itu,” ujarnya.
Pernyataan ini belum dapat diverifikasi secara independen oleh sumber industri lain.
Barrera juga membahas dampak emosional dari pemecatannya pada 2023 yang berkaitan dengan unggahan media sosialnya mengenai konflik Gaza.
Ia mengaku keputusan tersebut memengaruhi kondisi mentalnya.
“Ketika Anda melakukan sesuatu yang Anda rasa benar, lalu Anda dihukum karenanya, itu benar-benar merusak pikiran Anda,” katanya.
Meski begitu, ia menegaskan tidak membenci waralaba Scream dan tetap menghargai sutradara yang pernah bekerja dengannya.
Pernyataan Barrera kembali memicu diskusi luas tentang etika industri film, keputusan casting, dan transparansi studio.
Hingga kini, pihak studio belum memberikan tanggapan resmi atas tuduhan yang disampaikan dalam wawancara tersebut. (*)