AtletikSports
Trending

128 Atlet Bersaing di Kejurprov Panjat Tebing Kaltim 2026, Jadi Wadah Regenerasi Atlet Daerah

POPNEWS.ID – Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Panjat Tebing Kelompok Umur 2026 di venue sport climbing Gelora Kadrie Oening, Samarinda.



Ajang yang berlangsung pada 12–16 Mei 2026 ini menghadirkan ratusan atlet muda dari berbagai daerah di Kaltim.

Kejuaraan tersebut menjadi salah satu agenda penting dalam pembinaan olahraga panjat tebing di daerah sekaligus menjadi ajang seleksi dan evaluasi kemampuan atlet usia muda.

Sebanyak 128 atlet putra dan putri dari sembilan kabupaten/kota ambil bagian dalam Kejurprov tahun ini.

Mereka bertanding dalam berbagai kategori usia dan nomor perlombaan, mulai dari speed classic, speed world record, lead, hingga boulder.

Ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia Kaltim, Elly Luchritia Nova, menegaskan bahwa Kejurprov ini berperan besar dalam proses pembinaan atlet berkelanjutan.

“Kejuaraan ini menjadi wadah evaluasi hasil pembinaan daerah sekaligus sarana mencari bibit atlet potensial yang nantinya bisa dipersiapkan untuk ajang nasional,” ujar Elly.

Ia menjelaskan bahwa FPTI Kaltim terus memperkuat sistem pembinaan agar atlet muda dapat berkembang secara konsisten dan siap bersaing di level yang lebih tinggi.

“Kami percaya olahraga panjat tebing bukan hanya soal kekuatan fisik, tetapi juga keberanian, fokus, mental juang, dan semangat pantang menyerah dalam mencapai puncak prestasi,” tambahnya.

Persaingan Ketat di Berbagai Nomor

Para atlet menunjukkan performa terbaik mereka di setiap nomor pertandingan.

Persaingan berlangsung ketat karena masing-masing daerah mengirimkan atlet unggulan hasil pembinaan jangka panjang.

Panitia menyiapkan total 66 medali yang terdiri dari 22 emas, 22 perak, dan 22 perunggu.

Jumlah tersebut memacu semangat para atlet untuk tampil maksimal dan meraih hasil terbaik bagi daerah masing-masing.

Sejak hari pertama, sejumlah pertandingan berlangsung intens dengan selisih waktu dan poin yang sangat tipis, terutama pada nomor speed yang menjadi salah satu daya tarik utama dalam cabang olahraga panjat tebing.

Lomba Fotografi Jadi Warna Baru

Selain pertandingan utama, panitia juga menggelar lomba fotografi panjat tebing yang melibatkan komunitas fotografer dari berbagai daerah di Kaltim.

Kegiatan ini menghadirkan perspektif berbeda dalam ajang olahraga tersebut.

Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, mengapresiasi inovasi tersebut karena mampu mengangkat nilai estetika dan perjuangan atlet di lapangan.

“Kejuaraan seperti ini sangat penting untuk pembinaan atlet muda. Dari ajang daerah seperti inilah nantinya lahir atlet-atlet potensial yang mampu membawa nama Kalimantan Timur di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Saefuddin.

Ia juga menilai bahwa fotografi olahraga memiliki peran penting dalam menyampaikan semangat dan perjuangan atlet kepada masyarakat luas.

“Fotografi bisa mengabadikan momen perjuangan atlet saat bertanding. Ini bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga bagaimana semangat, kerja keras, dan emosi atlet dapat dilihat dari sebuah karya visual,” katanya.

Dorong Regenerasi Atlet Daerah

Saefuddin menegaskan pentingnya kompetisi sebagai sarana pembentukan mental atlet sejak usia muda.

Ia mendorong agar pembinaan olahraga di Kalimantan Timur terus diperkuat melalui kejuaraan berjenjang.

“Anak-anak muda perlu diberikan ruang untuk berkembang dan berkompetisi. Semakin sering mereka mengikuti kejuaraan, maka pengalaman dan mental tanding mereka juga akan semakin matang,” ujarnya.

Kejurprov Panjat Tebing Kelompok Umur 2026 diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet potensial yang dapat mengharumkan nama Kaltim di tingkat nasional maupun internasional.

Selain itu, ajang ini juga mempererat hubungan antar daerah dan memperkuat ekosistem olahraga panjat tebing di provinsi tersebut. (*)

Show More
Back to top button