
POPNEWS.ID – Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI) resmi menjadi pemegang hak siar Piala Dunia 2026 setelah menandatangani kesepakatan dengan FIFA. Keputusan ini menempatkan TVRI sebagai penyiar utama ajang sepak bola paling bergengsi di dunia tersebut di Tanah Air.
Piala Dunia 2026 akan digelar di tiga negara, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Turnamen ini menjadi edisi bersejarah karena untuk pertama kalinya diikuti 48 negara peserta dengan total 104 pertandingan. TVRI memastikan seluruh laga dapat dinikmati masyarakat luas tanpa biaya berlangganan, sejalan dengan mandatnya sebagai lembaga penyiaran publik.
Direktur Utama LPP TVRI, Iman Brotoseno, menegaskan bahwa perolehan hak siar ini merupakan langkah strategis TVRI dalam memperluas akses masyarakat terhadap tayangan olahraga kelas dunia.
Hak Siar Diperoleh Lewat Proses Panjang
Iman Brotoseno menjelaskan bahwa TVRI membutuhkan waktu dan persiapan matang untuk mendapatkan hak siar Piala Dunia 2026. Proses tersebut mencakup berbagai tahapan negosiasi, evaluasi, hingga penyesuaian dengan regulasi internasional yang ditetapkan FIFA.
Menurut Iman, TVRI tidak hanya mengejar aspek komersial, tetapi juga mempertimbangkan kepentingan publik secara luas. Oleh karena itu, TVRI berkomitmen menghadirkan Piala Dunia sebagai tontonan yang dapat diakses seluruh lapisan masyarakat.
“Proses memperoleh hak siar Piala Dunia 2026 tentu tidak mudah dan melalui tahapan panjang. Namun ini merupakan bagian dari komitmen TVRI dalam menjalankan fungsi pelayanan publik,” kata Iman Brotoseno dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (29/12/2026).
Ia menambahkan, Piala Dunia memiliki daya tarik global yang mampu menyatukan masyarakat lintas usia dan latar belakang.
Seluruh Pertandingan Disiarkan Tanpa Potongan
Melalui kerja sama resmi dengan FIFA, TVRI mengantongi hak siar penuh atas seluruh rangkaian Piala Dunia 2026. Total 104 pertandingan, mulai dari fase grup, babak gugur, hingga laga final, akan ditayangkan secara utuh selama 39 hari pelaksanaan turnamen.
TVRI memastikan siaran Piala Dunia 2026 dapat diakses melalui platform free-to-air (FTA) atau siaran terestrial. Dengan demikian, masyarakat cukup menggunakan antena televisi biasa untuk menikmati seluruh pertandingan.
“Masyarakat dapat mengakses siaran Piala Dunia melalui platform FTA atau terestrial. Untuk platform lain seperti OTT, pelaksanaannya akan mengikuti kebijakan operator pihak ketiga,” ujar Iman.
Skema ini dinilai sangat penting untuk menjaga pemerataan akses informasi dan hiburan di seluruh wilayah Indonesia.
Menjangkau Wilayah 3T dan Daerah Pelosok
Sebagai televisi publik nasional, TVRI memiliki jaringan pemancar yang tersebar luas hingga daerah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T). Keunggulan infrastruktur ini menjadi faktor utama dalam penunjukan TVRI sebagai pemegang hak siar Piala Dunia 2026.
TVRI menargetkan agar masyarakat di wilayah pelosok tetap merasakan atmosfer Piala Dunia secara langsung. Tayangan gratis ini diharapkan dapat memperkecil kesenjangan akses hiburan antara masyarakat perkotaan dan pedesaan.
Selain itu, TVRI juga menyiapkan kualitas produksi siaran yang mengacu pada standar internasional. Penyajian visual, audio, serta kemasan program akan disesuaikan agar pemirsa mendapatkan pengalaman menonton yang optimal.
Pemerintah Dorong Nobar dan Partisipasi Publik
Pemerintah turut menyambut positif penayangan Piala Dunia 2026 oleh TVRI. Selain siaran televisi, pemerintah berencana menginisiasi kegiatan nonton bareng (nobar) di berbagai daerah sebagai bentuk partisipasi publik.
Kegiatan nobar akan melibatkan pemerintah daerah serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kehadiran UMKM di sekitar lokasi nobar diharapkan dapat mendorong perputaran ekonomi lokal dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Piala Dunia 2026 dinilai tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai momentum sosial yang mampu memperkuat kebersamaan dan solidaritas masyarakat.
Sarana Edukasi dan Informasi Nasional
TVRI juga berencana memanfaatkan momentum Piala Dunia 2026 untuk menyampaikan pesan-pesan edukatif dan informatif kepada masyarakat. Sebagai lembaga penyiaran publik, TVRI memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan konten yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik.
Iman Brotoseno menyebut TVRI akan mengintegrasikan program-program pemerintah yang bersifat edukatif tanpa mengganggu jalannya siaran pertandingan. Pendekatan ini dilakukan agar Piala Dunia tetap memberi nilai tambah bagi publik.
Dengan status sebagai pemegang hak siar resmi, TVRI menargetkan penyiaran Piala Dunia 2026 yang inklusif, berkualitas, dan menjangkau seluruh rakyat Indonesia. Langkah ini sekaligus mempertegas peran TVRI sebagai televisi publik yang hadir untuk kepentingan bersama, bukan sekadar hiburan semata.
(Redaksi)
