NewsRegional
Trending

Pelestarian Budaya Jadi Komitmen Bersama, Pemkot Samarinda Dukung Bilah Nusantara II

POPNEWS.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memperkuat komitmennya dalam melestarikan sejarah dan budaya daerah melalui kolaborasi dengan komunitas budaya.



Komitmen tersebut mengemuka saat Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, menerima audiensi Sanggar Pandji Keroan Koetai Bersatoe (PKKB) di Ruang Rapat Wakil Wali Kota, Lantai III Balai Kota Samarinda, Selasa (28/7/2026).

Audiensi yang berlangsung hangat itu dipimpin Ketua PKKB Awang Irwan Setiawan bersama jajaran.

Pertemuan juga dihadiri Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Disporapar Samarinda Agnes Gering Belawing, Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP), serta sejumlah pejabat terkait.

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas rencana penyelenggaraan Pameran Bilah Nusantara II sekaligus pentingnya menjaga sejarah dan identitas budaya di tengah perkembangan zaman.

Ajukan Dukungan untuk Pameran Bilah Nusantara II

Ketua PKKB Awang Irwan Setiawan menyampaikan bahwa audiensi tersebut bertujuan menjalin silaturahmi sekaligus memohon dukungan Pemkot Samarinda terhadap pelaksanaan Pameran Bilah Nusantara II yang dijadwalkan berlangsung di Teras Samarinda pada 4–6 September 2026.

Setelah sukses menggelar Pameran Bilah Nusantara pada 2025, PKKB kembali menghadirkan kegiatan serupa dengan mengusung tema “Seni dan Budaya sebagai Pusaka Jaga Bangsa”.

Pameran itu akan menampilkan berbagai koleksi bilah tradisional, seperti mandau, keris, baleo, serta pusaka Nusantara lainnya.

Melalui pameran tersebut, PKKB ingin mengajak masyarakat mengenal sejarah, memahami nilai-nilai luhur warisan leluhur, sekaligus memperkuat kecintaan terhadap budaya bangsa.

Awang berharap Pemkot Samarinda dapat memberikan dukungan dalam bentuk fasilitas sesuai kemampuan, mengingat pemerintah saat ini masih menerapkan kebijakan efisiensi fiskal.

Sejarah Harus Terus Hidup

Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri menyambut baik rencana penyelenggaraan pameran tersebut.

Menurutnya, pelestarian budaya tidak hanya berarti menjaga benda-benda pusaka, tetapi juga merawat ingatan kolektif masyarakat agar sejarah daerah tetap hidup.

Ia menegaskan bahwa Pemkot Samarinda siap bersinergi dengan komunitas budaya, pegiat seni, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga serta mengembangkan kekayaan budaya daerah.

“Mari bersama-sama membangun Kota Samarinda dan masyarakatnya dengan mempelajari, mengenal sejarah, serta melestarikan budaya yang kita miliki,” ujarnya.

Saefuddin juga mengajak masyarakat memanfaatkan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), sebagai sarana mendokumentasikan dan memperkenalkan sejarah Samarinda kepada generasi muda.

“Ayo kita mulai mencatatkan kembali sejarah yang telah ada sejak dahulu agar sejarah asli Samarinda dapat terus ditampilkan dan dikenal oleh generasi berikutnya,” katanya.

Ia menambahkan, setiap jejak sejarah yang mampu dijaga saat ini akan menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang.

Karena itu, sinergi antara pemerintah dan komunitas budaya harus terus diperkuat agar sejarah dan budaya Samarinda tetap lestari.

“Sejarah harus terus dilanjutkan. Jangan sampai terputus, tetapi menjadi sejarah yang berkesinambungan,” tutup Saefuddin. (*)

Show More
Back to top button