
POPNEWS.ID — Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mendorong digitalisasi pengelolaan kesehatan di lingkungan satuan pendidikan melalui peluncuran aplikasi Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M).
Pemkot Samarinda memperkenalkan aplikasi tersebut dalam kegiatan Launching dan Sosialisasi Aplikasi UKS/M serta Penguatan Kapasitas Kepala Sekolah untuk Mewujudkan Anak Indonesia Hebat yang Sehat, Cerdas, Berkarakter dan Berprestasi, Kamis (17/9/2026).
Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri mengatakan, pemerintah berharap aplikasi UKS/M tidak hanya menjadi inovasi berbasis teknologi.
Ia ingin aplikasi tersebut menjadi instrumen yang membantu sekolah memantau dan membina kondisi kesehatan secara lebih terukur.
“Pendidikan dan kesehatan adalah dua pilar utama yang tidak dapat dipisahkan dalam membangun sumber daya manusia berkualitas,” ujar Saefuddin dalam sambutannya.
Kesehatan Jadi Bagian dari Proses Pendidikan
Saefuddin menjelaskan, kondisi kesehatan anak memiliki hubungan erat dengan kemampuan mereka mengikuti proses pembelajaran.
Anak yang sehat secara fisik dan mental memiliki kesiapan yang lebih baik untuk menerima pendidikan.
“Anak yang sehat memiliki kesempatan yang lebih baik untuk belajar dan berkembang,” ujarnya.
Karena itu, Saefuddin meminta sekolah mengubah cara pandang terhadap UKS/M.
Menurut dia, program tersebut tidak boleh hanya berjalan sebagai ruangan kesehatan atau kegiatan pemeriksaan yang berlangsung sesekali.
“UKS/M jangan sampai hanya dipahami sebagai ruang kesehatan di sekolah atau kegiatan pemeriksaan kesehatan sesekali,” tegasnya.
Ia mendorong seluruh pihak menjadikan UKS/M sebagai gerakan bersama untuk membangun lingkungan satuan pendidikan yang sehat.
“UKS/M harus kita tempatkan sebagai sebuah gerakan bersama untuk menciptakan lingkungan satuan pendidikan yang sehat,” lanjut Saefuddin.
Aplikasi Dorong Pengelolaan Lebih Efisien
Dalam peluncuran tersebut, Pemkot Samarinda menempatkan digitalisasi sebagai salah satu bagian penting dalam penguatan UKS/M.
Aplikasi itu dirancang untuk mendukung pemantauan, pembinaan stratifikasi UKS/M, serta meningkatkan efisiensi manajemen kesehatan sekolah.
Saefuddin menilai penerapan sistem digital tersebut menjadi langkah transformatif bagi pengelolaan kesehatan di lingkungan pendidikan Samarinda.
“Aplikasi ini bukan sekadar inovasi teknologi, melainkan sarana pemantauan, pembinaan stratifikasi UKS/M, serta efisiensi manajemen kesehatan sekolah agar lebih terukur, modern, dan akuntabel,” katanya.
Peluncuran aplikasi juga berlangsung bersamaan dengan penguatan kapasitas kepala sekolah dan pembinaan stratifikasi UKS/M tahun 2026.
Kepala Sekolah Jadi Penggerak Utama
Saefuddin menilai kepala sekolah memiliki peran penting dalam memastikan program kesehatan sekolah berjalan secara konsisten.
Sebagai pimpinan satuan pendidikan, kepala sekolah dapat menggerakkan seluruh warga sekolah untuk menerapkan program UKS/M.
“Kepala sekolah memegang peranan kunci sebagai pimpinan manajemen dan penggerak utama di satuan pendidikan,” ujarnya.
Ia meminta kepala sekolah jenjang TK, SD hingga SMP memanfaatkan aplikasi UKS/M secara maksimal.
Penggunaan aplikasi tersebut diharapkan membantu sekolah meningkatkan kualitas pengelolaan UKS/M sekaligus memperbaiki tingkat kelayakan dan stratifikasi kesehatan sekolah.
“Manfaatkan aplikasi yang diluncurkan hari ini dengan maksimal untuk meningkatkan taraf kelayakan dan stratifikasi kesehatan di sekolah masing-masing,” kata Saefuddin.
Perkuat Kolaborasi dan Budaya Hidup Sehat
Selain mengandalkan sistem digital, Saefuddin meminta sekolah memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak.
Kepala sekolah perlu membangun kerja sama aktif dengan puskesmas, perangkat daerah terkait, kecamatan dan Tim Pembina UKS/M.
“Terus berkolaborasi aktif dengan puskesmas setempat, dinas terkait, instansi kecamatan, dan TP UKS/M,” ujarnya.
Saefuddin juga menekankan bahwa sekolah sehat tidak cukup dibangun melalui administrasi dan program formal. Sekolah perlu membentuk kebiasaan hidup bersih dan sehat dalam keseharian seluruh warga sekolah.
Ia meminta perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) menjadi budaya yang melekat dalam lingkungan pendidikan.
“Menjadikan habituasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat sebagai budaya yang melekat pada seluruh warga sekolah,” katanya.
Menurut Saefuddin, penguatan UKS/M merupakan bagian dari investasi pembangunan sumber daya manusia. Lingkungan pendidikan yang sehat dapat mendukung anak untuk mengembangkan kecerdasan, kreativitas, karakter dan prestasi.
“Dengan komitmen bersama, kita optimis mampu mengantarkan generasi muda Kota Samarinda menjadi anak-anak Indonesia yang hebat, sehat, cerdas berkarakter, serta berprestasi unggul,” tuturnya.
Saefuddin turut mengapresiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda, Tim Pembina UKS/M serta seluruh pihak yang mendukung program tersebut.
Ia berharap aplikasi UKS/M mampu memberikan manfaat nyata bagi sekolah dan memperkuat pengelolaan kesehatan peserta didik secara berkelanjutan.
“Semoga kegiatan Launching dan Sosialisasi Aplikasi UKS/M serta Penguatan Kapasitas Kepala Sekolah ini dapat memberikan manfaat nyata dan menjadi langkah bersama,” pungkas Saefuddin. (*)

