
POPNEWS.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda meluncurkan Menu Tepian Mahakam pada aplikasi E-Dalev untuk memperkuat basis data historis belanja modal, khususnya gedung dan bangunan sekolah.
Data tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah dalam memverifikasi dan menelaah usulan belanja modal pada penyusunan Rencana Kerja (Renja) perangkat daerah.
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, membuka kegiatan sosialisasi tata cara penginputan data Menu Tepian Mahakam di Ballroom Arutala Lantai IV Bapperida Kota Samarinda, Jalan Dahlia, Senin (21/9/2026).
Kegiatan berlangsung selama dua hari, 21–22 September 2026.
Sebanyak 235 operator Dapodik mengikuti kegiatan tersebut.
Peserta terdiri atas 17 operator TKA, 167 operator SD, dan 51 operator SMP.
Mereka mendapatkan pembekalan mengenai mekanisme penginputan sekaligus pentingnya menjaga kualitas data yang masuk ke dalam sistem.
Data Jadi Dasar Perencanaan
Saefuddin Zuhri mengatakan, pemerintah membutuhkan data yang akurat untuk mengetahui kondisi sarana dan prasarana pendidikan yang telah tersedia.
Data juga membantu pemerintah melihat riwayat pembangunan serta kebutuhan pemeliharaan dan rehabilitasi setiap fasilitas.
Menurutnya, penyediaan ruang kelas, sarana pendidikan, dan fasilitas pendukung merupakan bagian penting dari pelayanan pemerintah kepada masyarakat.
Karena itu, pemerintah perlu memastikan setiap pembangunan dan pengadaan benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan.
“Jangan sampai ada pembangunan atau pengadaan dengan nilai yang besar, tetapi sebenarnya belum menjadi kebutuhan,” kata Saefuddin.
Ia menegaskan bahwa data yang operator masukkan tidak sekadar berupa angka.
Informasi tersebut menggambarkan kondisi nyata sekolah dan menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan.
“Apa yang kita input bukan sekadar angka. Di balik data itu ada kondisi nyata sekolah yang menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan dan perencanaan pembangunan,” ujarnya.
Dorong Sinergi dan Kualitas Data
Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bapperida Kota Samarinda, Farida, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sinergi dan harmonisasi dalam perencanaan pembangunan.
Ia meminta para operator tidak hanya memahami teknis penginputan, tetapi juga memastikan data yang mereka masukkan akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Data tersebut nantinya menjadi bagian dari informasi yang digunakan dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan.
Melalui Menu Tepian Mahakam, Pemkot Samarinda menghimpun data belanja modal gedung dan bangunan sekolah secara lebih terstruktur.
Pemerintah kemudian dapat menelaah usulan pembangunan berdasarkan kondisi, kebutuhan, skala prioritas, serta kemampuan anggaran daerah.
Langkah tersebut diharapkan membantu Pemkot Samarinda mengarahkan pembangunan sarana pendidikan secara lebih tepat sasaran dan mendorong pemerataan fasilitas pendidikan yang layak bagi peserta didik di seluruh wilayah Samarinda. (*)

