
POPNEWS.ID – Kondisi ekonomi keluarga yang tengah terpuruk membuat Ira Swara tersentuh melihat ketegaran anak-anaknya.
Alih-alih mengeluh atau menuntut kehidupan mewah, anak-anak Ira justru memilih memahami keadaan dan saling menguatkan agar keluarga bisa melewati masa sulit bersama.
Ira mengatakan, perubahan kondisi ekonomi keluarga menjadi ujian yang cukup berat.
Meski demikian, anak-anaknya tetap memberikan dukungan kepada kedua orang tua dan berusaha memahami keadaan keluarga.
“Kita kan memang kondisi ekonomi kita kan memang sedang tidak baik-baik saja, tapi mereka gak patah semangat, tetap berusaha gitu untuk menyelesaikan,” kata Ira Swara, Selasa (15/9/2026).
Anak-anak Tak Menuntut Kehidupan Mewah
Menurut Ira, anak-anaknya tidak pernah mempermasalahkan perubahan gaya hidup keluarga.
Mereka juga tidak menuntut barang-barang mewah ataupun perayaan ulang tahun seperti yang mungkin mereka dapatkan ketika kondisi ekonomi keluarga masih lebih baik.
Sikap tersebut membuat Ira semakin tersentuh. Ia melihat anak-anaknya mampu menerima keadaan tanpa menyalahkan orang tua.
Bahkan, putri sulung Ira, Nia Swara, sempat mengutarakan keinginan untuk berhenti kuliah.
Nia ingin mengurangi beban keluarga agar biaya pendidikan adiknya, Andra, tetap bisa terpenuhi.
“Sempat sudah nyerah lah gitu kayak, ‘Sudah, Ma, Nia kuliah berhenti saja, fokus ke Andra saja biayanya’. Pokoknya kayak, ‘Ayo bismillah, Kak. Entah bagaimana caranya kamu selesaikan dulu. Kalau kepotong-potong takutnya nanti nggak selesai, perjuangan kita sia-sia’,” terang Ira.
Ira kemudian meminta Nia tetap menyelesaikan pendidikannya.
Ia tidak ingin anaknya mengorbankan masa depan hanya karena keluarga sedang menghadapi kesulitan ekonomi.
Saling Menguatkan dalam Keluarga
Nia Swara mengatakan, keluarganya memilih untuk saling mendukung dan memahami kondisi masing-masing.
Mereka juga berusaha tidak memberikan tuntutan tambahan di tengah situasi yang sedang sulit.
“Saling support, saling mengerti saja. Jadi kayak nggak ada yang menuntut satu sama lain gitu,” ucap Nia.
Sikap tersebut membuat Ira kerap merasa haru sekaligus bersalah.
Ia mengaku sering merasa sedih karena belum mampu memberikan kehidupan berkecukupan seperti sebelumnya.
Namun, anak-anak justru berusaha menguatkan Ira.
Mereka mengingatkan sang ibu bahwa kehidupan harus tetap dijalani meski keluarga sedang menghadapi masa sulit.
“Yang tidak malah nggak ngeluh, malah mereka menguatkan. Malah kadang-kadang akunya paling melow, yang aku ngerasa sensi kayak, ‘Maafin Mama ya’. Tapi mereka kayak terkesannya ya, ‘Ya inilah hidup harus tetap dijalanin’. Gitu loh,” pungkas Ira. (*)