
POPNEWS.ID — Kepala Desa Kutai Lama, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Dr. H. Sony Rizaldi atau yang akrab disapa H. Rizal, menyiapkan sejumlah program prioritas untuk mewujudkan konsep “Kutai Lama Wajah Baru”.
Program tersebut diarahkan tidak hanya pada pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia, kesehatan dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.
Penguatan program tersebut dibahas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Kutai Lama yang menjadi bagian dari penyusunan RKP Desa 2027 dan DU-RKP Desa 2028.
Musyawarah ini diikuti unsur pemerintah kecamatan, BPD, Bhabinkamtibmas, Babinsa, TP PKK, lembaga desa, perusahaan yang berada di wilayah desa, kepala sekolah, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama serta warga.
H. Rizal mengatakan, Musrenbangdes menjadi kesempatan bagi pemerintah desa untuk memastikan program yang disusun benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat.
Ia menegaskan, pembangunan Kutai Lama ke depan tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi harus berjalan beriringan dengan pembangunan manusia.
“Program yang kami dorong ini bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga bagaimana meningkatkan kualitas sumber daya manusia, kesehatan dan lingkungan masyarakat. Semuanya harus berjalan bersama,” ujar H. Rizal.
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah sektor pendidikan.
Pemerintah Desa Kutai Lama mendorong peningkatan fasilitas pendidikan, termasuk rehabilitasi sekolah tingkat SD dan SMP. Menurut H. Rizal, fasilitas pendidikan yang layak merupakan bagian penting dalam membangun kualitas generasi muda di desa.
Selain pendidikan, pembenahan infrastruktur jalan juga menjadi prioritas. Salah satu usulan yang dibahas adalah pengaspalan jalan di Dusun 2 dengan panjang sekitar dua kilometer.
Usulan tersebut akan diprioritaskan berdasarkan tingkat kebutuhan masyarakat serta kemampuan anggaran desa.
“Yang menjadi prioritas tentu program yang memang dibutuhkan masyarakat. Kita akan melihat urgensinya, kemudian disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia,” katanya.
Program lainnya menyasar persoalan lingkungan melalui pengembangan bank sampah di seluruh RT.
H. Rizal ingin pengelolaan sampah tidak hanya menjadi kegiatan pemerintah desa, tetapi menjadi gerakan bersama masyarakat.
“Kami ingin bank sampah tidak hanya menjadi program pemerintah desa, tetapi bisa berjalan di seluruh RT dengan keterlibatan masyarakat. Ini bagian dari upaya kita membangun Kutai Lama yang lebih bersih dan tertata,” ungkapnya.
Menurutnya, keberadaan bank sampah juga diharapkan dapat mengubah kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah sekaligus menciptakan lingkungan permukiman yang lebih tertata.
Di bidang kesehatan, pemerintah desa juga tetap memasukkannya sebagai salah satu prioritas pembangunan.
H. Rizal menilai pembangunan desa tidak akan maksimal apabila hanya berfokus pada infrastruktur. Kesehatan masyarakat, pendidikan, kebersihan lingkungan dan pembangunan fisik harus saling mendukung.
Karena itu, ia berharap seluruh unsur masyarakat ikut terlibat dalam menjalankan program yang telah disusun.
Di tengah penyusunan program tersebut, H. Rizal juga berharap dukungan anggaran desa tetap terjaga. Ia mengingatkan agar kebijakan pengurangan transfer ke daerah tidak berdampak pada kemampuan desa dalam menjalankan program yang sudah dirancang berdasarkan kebutuhan masyarakat.
“Kami berharap jangan sampai anggaran desa ikut berkurang karena transfer ke daerah dikurangi. Karena program yang sudah kita susun ini semuanya kembali untuk kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap anggaran desa tetap dapat dipertahankan sehingga program prioritas tidak terganggu.
“Harapan kami anggaran desa tetap bisa dipertahankan, sehingga program-program yang menjadi kebutuhan masyarakat tidak terganggu dan pembangunan bisa terus berjalan,” ujarnya.
H. Rizal menegaskan, konsep “Kutai Lama Wajah Baru” bukan sekadar slogan, melainkan arah pembangunan yang ingin diwujudkan bersama masyarakat.
“Kita ingin Kutai Lama punya wajah baru. Pendidikan diperkuat, infrastruktur dibenahi, lingkungan dijaga, kesehatan diperhatikan. Ini yang ingin kita bangun bersama masyarakat,” pungkas H. Rizal. (*)
