POPNEWS.ID – Saat masih menjadi trainee, anggota grup K-pop aespa, Karina mengungkap pengalaman ekstrem yang pernah ia lakukan untuk menurunkan berat badan.
Dalam sebuah acara televisi, ia mengaku berhasil menurunkan berat badan hingga 4 kilogram hanya dalam waktu satu hari demi memenuhi target penimbangan berat badan.
Pengakuan tersebut disampaikan Karina saat menjadi bintang tamu dalam program JTBC Please Take Care of My Refrigerator.
Ia mengatakan dirinya memiliki hobi makan, tetapi juga memiliki tipe tubuh yang berat badannya mudah naik dan turun.
“Saat masa trainee, saya makan apa pun yang saya inginkan. Namun ketika menimbang berat badan, saya naik 4 kilogram. Karena ada penimbangan keesokan harinya, saya segera menurunkan berat badan itu,” ujar Karina, seperti dikutip dari Koreaboo.
Jalani Latihan Intensif Berjam-jam
Karina kemudian menjelaskan metode yang ia gunakan untuk menurunkan berat badan dalam waktu singkat.
Ia mengaku menyalakan pemanas di ruang latihan, mengenakan beberapa lapis pakaian olahraga, lalu berlari selama lima hingga enam jam hingga sekitar 100 lagu selesai diputar.
Setelah menyelesaikan latihan tersebut, Karina melanjutkan prosesnya dengan berendam selama sekitar satu jam di rumah.
Pengakuannya langsung mengejutkan para panelis acara karena metode tersebut tergolong sangat ekstrem.
Meski demikian, pengalaman itu terjadi ketika Karina masih berstatus trainee dan menghadapi tuntutan penimbangan berat badan.
Ia tidak menyebutkan bahwa metode tersebut merupakan rutinitas yang dijalaninya hingga saat ini.
Penurunan Berat Badan Kemungkinan Berasal dari Cairan Tubuh
Pengakuan Karina memicu perhatian publik karena penurunan berat badan hingga 4 kilogram dalam sehari sering disalahartikan sebagai hilangnya lemak tubuh.
Padahal, secara medis, penurunan berat badan yang terjadi dalam waktu sangat singkat umumnya disebabkan oleh berkurangnya cairan tubuh akibat keringat berlebih, bukan karena pembakaran lemak.
Aktivitas fisik berkepanjangan dengan mengenakan pakaian berlapis di ruangan panas dapat meningkatkan produksi keringat sehingga berat badan turun untuk sementara.
Berat badan tersebut biasanya kembali meningkat setelah tubuh memperoleh asupan cairan dan makanan yang cukup.
Para ahli kesehatan juga mengingatkan bahwa metode penurunan berat badan secara ekstrem berisiko menyebabkan dehidrasi, gangguan keseimbangan elektrolit, kelelahan akibat panas, hingga penurunan tekanan darah.
Karena itu, cara tersebut tidak dianjurkan sebagai metode menurunkan berat badan.
Sebaliknya, penurunan berat badan yang aman umumnya dilakukan secara bertahap melalui pola makan bergizi seimbang, olahraga teratur, serta istirahat yang cukup.
Pendekatan tersebut dinilai lebih efektif untuk mengurangi lemak tubuh sekaligus menjaga kesehatan dalam jangka panjang. (*)
