
POPNEWS.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memperketat langkah pengendalian inflasi menjelang Iduladha 2026 dengan memperkuat koordinasi lintas sektor.
Pemerintah menyoroti stabilitas harga kebutuhan pokok, kelancaran distribusi bahan bakar, serta percepatan bantuan pangan bagi masyarakat.
Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah bersama Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia secara virtual pada Senin (18/5/2026).
Rakor tersebut menjadi forum nasional untuk memantau dinamika harga sekaligus merumuskan langkah antisipatif menjelang hari besar keagamaan.
Bawang Merah Jadi Sorotan Utama
Dalam rapat tersebut, pemerintah daerah menyoroti kenaikan harga bawang merah yang masih menunjukkan tren fluktuatif.
Saefuddin Zuhri meminta jajaran teknis turun langsung ke pasar untuk memastikan kondisi riil harga di lapangan.
“Sesuai arahan Kemendagri, saya minta Bagian Perekonomian dan seluruh jajaran terkait segera pantau langsung kondisi pasar. Lakukan secara kontinu sebagai langkah antisipasi menjelang Iduladha,” tegas Saefuddin Zuhri.
Ia menambahkan bahwa pengawasan harga tidak hanya menyasar pangan, tetapi juga berkaitan dengan kelancaran distribusi energi dan bahan bakar di daerah.
Stok BBM Dipastikan Aman
Dari sektor energi, Pertamina memastikan ketersediaan BBM dalam kondisi aman.
Jenis BBM seperti Bio Solar, Pertamax, dan Pertalite dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 10 hari ke depan, termasuk menghadapi potensi lonjakan permintaan saat Iduladha.
Pemerintah daerah menilai kepastian pasokan energi menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas harga dan distribusi barang kebutuhan pokok di Kaltim.
Pemkot juga mendorong percepatan penyaluran bantuan pangan dari Perum Bulog agar seluruh distribusi dapat diselesaikan sebelum akhir Mei 2026.
Langkah ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan tekanan inflasi menjelang hari besar keagamaan.
Selain itu, pemerintah menyiapkan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) dengan fokus pada komoditas utama seperti beras, gula pasir, dan minyak goreng.
Gerakan Pangan Murah dan Stabilitas Cabai
Gerakan Pangan Murah dijadwalkan berlangsung pada 19 Mei 2026 di kawasan Bukit Pinang.
Program ini diharapkan mampu menstabilkan harga di tingkat konsumen melalui distribusi langsung kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Sementara itu, Perumda Varia Niaga turut diperkuat untuk menyerap hasil panen cabai petani lokal guna menjaga ketersediaan pasokan dan menekan gejolak harga di pasar.
Pemerintah juga memperhatikan prediksi musim kemarau dari BMKG yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus 2026.
Kondisi tersebut menjadi dasar mitigasi untuk menjaga kelancaran distribusi pangan.
Sebagai langkah pengawasan, Pemkot Samarinda dijadwalkan menggelar inspeksi mendadak (sidak) pasar pada 21 Mei 2026 sebagai bentuk komitmen menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan kebutuhan masyarakat menjelang Iduladha. (*)



