Nasional
Trending

Efisiensi Anggaran Diperketat, Mendagri Tito Minta Kepala Daerah Kurangi Kegiatan Tak Prioritas

POPNEWS.ID — Guna menghadapi berbagai tantangan global dan domestik, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan pentingnya efisiensi anggaran di tingkat pemerintah daerah. 



Ia secara khusus meminta kepala daerah untuk memangkas kegiatan yang tidak mendesak, terutama perjalanan dinas, dan mengalihkan anggaran ke program yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Tito menyampaikan hal tersebut di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (25/2/2026).

Ia menyebut, imbauan efisiensi sebenarnya telah lama disampaikan, namun kini perlu kembali ditegaskan seiring meningkatnya tekanan ekonomi.

“Sejak dulu saya sudah mengingatkan kepala daerah untuk melakukan efisiensi. Sekarang saya tegaskan lagi, terutama dalam pengelolaan anggaran,” ujar Tito.

Pangkas Kegiatan Tak Prioritas

Tito meminta pemerintah daerah meninjau ulang seluruh pos belanja.

Ia menekankan agar kegiatan yang tidak memiliki dampak langsung terhadap masyarakat, seperti perjalanan dinas yang tidak mendesak, segera dikurangi.

Menurutnya, langkah ini akan membuka ruang fiskal yang lebih besar untuk membiayai program prioritas seperti bantuan sosial, pembangunan infrastruktur dasar, serta peningkatan layanan publik.

“Perjalanan dinas yang tidak perlu harus dipangkas. Anggarannya sebaiknya dialihkan ke program yang benar-benar pro rakyat,” katanya.

Pemerintah saat ini tengah melakukan berbagai langkah efisiensi sebagai respons terhadap dinamika global, termasuk kenaikan harga minyak dunia.

Kondisi tersebut dipicu oleh konflik geopolitik yang berdampak pada stabilitas energi dan ekonomi.

Sebagai bagian dari strategi penghematan, pemerintah juga mempertimbangkan penerapan kebijakan kerja dari rumah (work from home/WFH) satu hari dalam sepekan.

Kebijakan ini dinilai dapat menekan konsumsi bahan bakar minyak sekaligus mengurangi biaya operasional.

Belajar dari Pengalaman Pandemi

Tito menambahkan, praktik efisiensi sebenarnya telah diterapkan saat pandemi Covid-19.

Saat itu, banyak instansi pemerintah berhasil menekan pengeluaran melalui penghematan energi dan pembatasan aktivitas kantor.

Ia mencontohkan langkah sederhana seperti mematikan lampu dan pendingin ruangan saat tidak digunakan, serta mengurangi aktivitas yang tidak esensial.

“Pengalaman saat pandemi menunjukkan kita bisa lebih hemat tanpa mengurangi kinerja secara signifikan,” ujarnya.

Melalui kebijakan ini, pemerintah berharap daerah dapat meningkatkan kualitas belanja dan memperkuat tata kelola keuangan.

Efisiensi tidak hanya bertujuan menghemat anggaran, tetapi juga memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Tito pun mengingatkan seluruh kepala daerah agar konsisten menjalankan kebijakan tersebut demi menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan publik. (*)

Show More
Back to top button