POPNEWS.ID – DPRD Samarinda meminta PT PLN meningkatkan sosialisasi jadwal pemadaman listrik agar masyarakat dapat mempersiapkan diri sebelum gangguan layanan berlangsung.
Hal itu sampaikan anggota Komisi III DPRD Samarinda Abdul Rohim merespon pemadaman listrik bergilir.
Menurutnya, penyampaian informasi yang lebih awal dan lebih luas akan membantu warga mengantisipasi dampak pemadaman terhadap berbagai aktivitas sehari-hari.
Untuk itu, ia mendorong PLN memanfaatkan berbagai saluran komunikasi agar informasi dapat diterima masyarakat secara merata, mulai dari media sosial, aplikasi pesan instan, hingga media massa.
“Tolong sosialisasikan secara masif menggunakan berbagai media kalau memang mau ada pemadaman,” ujarnya.
Menurut Rohim, informasi yang lengkap akan memberikan kepastian kepada masyarakat.
Warga membutuhkan penjelasan mengenai wilayah yang terdampak, waktu pelaksanaan, serta durasi pemadaman agar dapat menyesuaikan agenda dan aktivitas mereka.
Politisi PKS ini mengusulkan agar PLN menyampaikan jadwal pemadaman setidaknya dua hingga tiga hari sebelum pelaksanaan.
Dengan pemberitahuan lebih awal, masyarakat memiliki waktu yang cukup untuk mengantisipasi berbagai kebutuhan, terutama bagi pelaku usaha, perkantoran, fasilitas pendidikan, maupun rumah tangga yang bergantung pada pasokan listrik.
“Kalau bisa dua atau tiga hari sebelumnya sudah disampaikan, sehingga warga bisa bersiap-siap,” pungkasnya.
Ia menambahkan, pemadaman listrik tidak hanya memengaruhi aktivitas rumah tangga, tetapi juga berdampak pada kegiatan ekonomi.
Pelaku usaha, khususnya usaha kecil dan menengah, membutuhkan kepastian jadwal agar dapat mengatur operasional dan meminimalkan potensi kerugian.
Selain itu, Rohim berharap PLN terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan dengan mengedepankan transparansi dalam setiap kebijakan yang berkaitan dengan pemeliharaan jaringan maupun pemadaman terencana.
Menurutnya, komunikasi yang terbuka akan membangun kepercayaan masyarakat sekaligus mengurangi keluhan akibat kurangnya informasi.
Rohim juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan informasi resmi yang disampaikan PLN dan mengikuti perkembangan jadwal pemadaman melalui kanal komunikasi yang tersedia.
Dengan koordinasi yang baik antara penyedia layanan dan masyarakat, dampak pemadaman listrik terhadap aktivitas sosial maupun ekonomi diharapkan dapat ditekan seminimal mungkin. (adv)