Nasional
Trending

Lembaga Iklim Dunia Keluarkan Peringatan Dini, Suhu Global Berpotensi Pecah Rekor Akibat El Niño

POPNEWS.ID – Lembaga iklim dunia memperingatkan potensi terbentuknya El Niño kuat dalam beberapa bulan ke depan.



NOAA dan Copernicus Climate Change Service menyatakan fenomena ini dapat berkembang cepat dan mencapai intensitas sangat tinggi menjelang akhir tahun.

Para peneliti memperkirakan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik akan meningkat lebih dari 2 derajat Celcius di atas normal.

Angka tersebut melampaui ambang batas El Niño kuat, bahkan berpotensi menyaingi peristiwa besar pada 2015–2016.

Suhu Global Terancam Meningkat Tajam

Para ahli meteorologi menilai El Niño kuat akan mendorong lonjakan suhu global secara signifikan.

Fenomena ini melepaskan panas yang tersimpan di lapisan atas laut ke atmosfer, sehingga meningkatkan suhu udara secara bertahap.

Profesor meteorologi Victor Gensini menjelaskan bahwa dampak pemanasan biasanya muncul dengan jeda waktu beberapa bulan.

Ia memperkirakan suhu global bisa mencapai rekor baru pada akhir 2026 hingga 2027.

“Kami melihat potensi peningkatan suhu yang sangat signifikan, terutama jika El Niño berkembang sesuai prediksi,” ujarnya.

Dampak Jangka Panjang pada Pola Iklim

Sejumlah penelitian terbaru menunjukkan El Niño tidak hanya berdampak sementara, tetapi juga mampu mengubah pola iklim dalam jangka panjang.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications mengungkapkan bahwa peristiwa El Niño besar dapat memicu perubahan kondisi laut dan atmosfer selama bertahun-tahun.

Setelah El Niño 2015–2016, misalnya, wilayah Teluk Meksiko mengalami peningkatan suhu laut yang bertahan lama.

Kondisi tersebut kemudian berkontribusi terhadap meningkatnya intensitas badai tropis di kawasan tersebut.

Pemanasan Global Perkuat El Niño

Para ilmuwan juga menyoroti peran perubahan iklim dalam memperkuat fenomena ini.

Jonathan Overpeck menyatakan bahwa pemanasan global akibat aktivitas manusia berpotensi meningkatkan intensitas El Niño dan dampaknya terhadap atmosfer.

“Kami telah menyaksikan pola ini pada 2016 dan kembali terjadi pada 2023. Jika El Niño kuat kembali terbentuk, lonjakan suhu global hampir pasti akan terjadi,” kata Overpeck.

Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa hubungan antara pemanasan global dan penguatan El Niño masih menjadi perdebatan di kalangan ilmuwan.

Waspada Dampak Global

Dengan potensi El Niño kuat yang semakin besar, berbagai negara diimbau meningkatkan kesiapsiagaan.

Dampak yang mungkin terjadi meliputi kekeringan, gelombang panas, hingga gangguan pada sektor pangan dan energi.

Para ahli menekankan pentingnya mitigasi dan adaptasi sejak dini guna mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh fenomena iklim ekstrem ini. (*)

Show More
Back to top button