AdvertorialDPRD Samarinda

Usai Studi Banding di Cimahi, DPRD Samarinda Usulkan Pengolahan Sampah Plastik Jadi BBM

POPNEWS.ID – DPRD Samarinda tengan melirik teknologi pirolisis untuk mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM).



Teknologi tersebut dinilai sebagai solusi yang tepat  untuk menekan harga BBM dan menggerakkan ekonomi warga.

Gagasan ini muncul setelah dilakukan studi banding ke Kota Cimahi yang telah lebih dulu mengenalkan teknologi serupa sebagai solusi pengelolaan sampah berbasis energi.

Anggota Komisi III DPRD Samarinda, M. Adriansyah, mengatakan teknologi tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk diterapkan di Samarinda, baik dari sisi lingkungan maupun ekonomi masyarakat.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, DPRD Samarinda berencana menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta institusi pendidikan, termasuk sekolah menengah kejuruan (SMK) dan perguruan tinggi.

Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat aspek penelitian dan pengembangan teknologi secara ilmiah dan aplikatif.

Adriansyah menyebut pihaknya telah melakukan komunikasi awal dengan sejumlah sekolah dan kampus di Samarinda untuk membuka ruang keterlibatan pelajar dan mahasiswa dalam riset teknologi tersebut.

“Salah satu yang akan jadi mitra kita itu DLH, dan dua tahun ini kita fokus mengubah sampah ini jadi bernilai ekonomis. Kita juga akan merangkul anak-anak SMK dan politeknik untuk bisa meriset alat ini,” ujarnya.

Potensi Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat

Selain sebagai solusi lingkungan, teknologi pirolisis ini juga diharapkan dapat menciptakan nilai ekonomi baru dari sampah plastik yang selama ini menjadi masalah di perkotaan.

Adriansyah menilai pengolahan sampah menjadi BBM bisa membuka peluang usaha baru sekaligus menekan biaya energi masyarakat.

“Sekarang ini kebutuhan BBM sangat tinggi dan harga solar cukup memberatkan. Sementara plastik ini bisa kita manfaatkan, sehingga ekonomi masyarakat juga bisa bertambah,” kata Adriansyah.

Lebih jauh, ia juga membuka peluang pelibatan warga lembaga pemasyarakatan (lapas) dalam program ini sebagai bagian dari pelatihan keterampilan.

“Warga yang ada di LP bisa diberdayakan agar bisa membuat alat seperti ini,” ucapnya.

Masih Tahap Kajian Awal

Meski dinilai menjanjikan, rencana ini masih berada pada tahap pembahasan awal dan koordinasi lintas sektor.

Adriansyah menyatakan akan melanjutkan pertemuan dengan pihak sekolah, kampus, dan DLH pada awal Juni ini untuk membahas kelayakan teknis serta skema implementasi program.

Jika berhasil, program ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi pengelolaan sampah, tetapi juga model inovasi energi alternatif berbasis masyarakat di Samarinda. (adv)

Show More
Back to top button