POPNEWS.ID — Di tengah upaya pemerintah mengencangkan ikat pinggang akibat kebijakan efisiensi anggaran, persoalan stunting tetap menjadi pekerjaan rumah yang tak boleh kehilangan perhatian.
Untuk itu, anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ismail Latisi, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) memastikan program kesehatan dasar, terutama percepatan penurunan stunting, tetap berjalan dan tidak terdampak penghematan anggaran.
Dirinya menilai keterbatasan fiskal memang membuat pemerintah daerah harus menyesuaikan sejumlah program di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD).
Namun, kondisi tersebut seharusnya menjadi momentum untuk memperbaiki efektivitas belanja, bukan mengurangi kualitas pelayanan publik.
“Di DPRD kami banyak menerima masukan dari OPD terkait dampak efisiensi anggaran. Kondisi ini menjadi tantangan bagi pemerintah daerah dalam menjalankan berbagai program, termasuk yang berkaitan dengan persoalan sosial dan kesehatan masyarakat,” Ungkap Ismail sapaan karibnya, Senin (20/7/2026).
Lebih lanjut, Ismail menyebutkan kesehatan dan pendidikan merupakan pelayanan dasar yang wajib menjadi prioritas pemerintah.
Karena itu, setiap OPD diminta lebih cermat dalam menyusun skala prioritas agar anggaran yang terbatas tetap diarahkan pada program yang paling dibutuhkan masyarakat.
Dirinya juga menekankan, penghematan seharusnya dilakukan pada belanja yang tidak berdampak langsung terhadap pemenuhan hak dasar warga.
“Walaupun pemerintah harus melakukan penghematan, pelayanan yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat tetap harus menjadi prioritas dan tidak boleh mengalami penurunan kualitas,” Tegas Ismail.
Ismail menilai penanganan stunting tidak dapat dilakukan secara parsial atau hanya mengandalkan program jangka pendek.
Pencegahan sejak dini, pendampingan keluarga, pemenuhan gizi, hingga intervensi kesehatan harus berjalan secara berkesinambungan.
Politisi dari Partai Keadilan Sejahters (PKS) itu menambahkan, percepatan penurunan stunting merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi pemerintah daerah, DPRD, tenaga kesehatan, dan masyarakat.
Dengan pengelolaan anggaran yang lebih efektif serta penetapan prioritas yang tepat, Ismail optimistis Samarinda tetap dapat membangun generasi yang sehat dan berkualitas.
“Yang terpenting, efisiensi anggaran jangan sampai mengorbankan program yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Investasi pada kesehatan anak hari ini adalah investasi untuk masa depan Samarinda,” Pungkasnya. (ADV)


