
POPNEWS.ID – Prabowo Subianto resmi meminta izin untuk tidak lagi menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) setelah memimpin selama lima periode.
Ia menyampaikan keputusan tersebut dalam pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) PB IPSI yang digelar untuk menentukan kepemimpinan baru periode 2026–2030.
Prabowo menegaskan bahwa tanggung jawabnya sebagai Presiden Republik Indonesia menyita sebagian besar waktunya.
Ia menilai kondisi tersebut membuatnya tidak bisa menjalankan tugas sebagai Ketua Umum secara maksimal.
Karena itu, ia memilih untuk memberi kesempatan kepada figur lain agar organisasi tetap berjalan efektif dan berkembang.
“Saya mohon izin untuk tidak melanjutkan sebagai ketua umum PB IPSI,” ujar Prabowo dalam sambutannya.
Sugiono Jadi Kandidat Kuat
Di tengah proses Munas, nama Sugiono mencuat sebagai calon kuat Ketua Umum PB IPSI.
Sugiono sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua Umum pada periode kepengurusan sebelumnya, sehingga ia dinilai memahami dinamika internal organisasi.
Saat awak media meminta tanggapan, Sugiono memilih bersikap hati-hati.
Ia menegaskan bahwa proses pemilihan masih berlangsung dan semua pihak sebaiknya menunggu hasil akhir Munas.
Meski begitu, ia menekankan pentingnya keberlanjutan visi yang telah dibangun oleh Prabowo.
Menurut Sugiono, sosok ketua umum berikutnya harus mampu menjaga pencak silat sebagai bagian dari karakter dan jati diri bangsa Indonesia.
Ia juga menilai pesan-pesan yang Prabowo sampaikan perlu menjadi pedoman dalam menjalankan organisasi ke depan.
“Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa menjaga silat sebagai warisan budaya sekaligus membangun karakter bangsa,” kata Sugiono.
Munas Tentukan Arah Baru IPSI
Munas PB IPSI menjadi momentum penting untuk menentukan arah organisasi ke depan.
Para peserta Munas memiliki tanggung jawab memilih pemimpin yang mampu memperkuat peran pencak silat, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Sejumlah pengamat menilai pergantian kepemimpinan ini dapat membawa energi baru bagi IPSI.
Dengan tantangan globalisasi dan perkembangan olahraga modern, organisasi membutuhkan figur yang adaptif, berpengalaman, dan memiliki visi kuat.
Hingga saat ini, proses pemilihan Ketua Umum PB IPSI masih berlangsung.
Publik menantikan siapa sosok yang akan menggantikan Prabowo dan melanjutkan estafet kepemimpinan organisasi pencak silat terbesar di Indonesia tersebut. (*)