Regional
Trending

Kejati Kaltim Dalami Dugaan Korupsi Tambang, Bukti dari Kantor ESDM Terus Dikaji

POPNEWS.ID – Proses penyidikan dugaan korupsi di sektor pertambangan di Kalimantan Timur terus berjalan.



Tim penyidik dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim masih fokus mengumpulkan alat bukti dan memeriksa sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam perkara tersebut.

Hingga kini, Kejati Kaltim belum mengungkap secara rinci hasil penggeledahan yang sebelumnya dilakukan di kantor Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kalimantan Timur.

Pihak kejaksaan menegaskan bahwa proses hukum masih berada pada tahap penyidikan awal, sehingga informasi belum dapat disampaikan secara terbuka kepada publik.

Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Kaltim, Gusti Hamdani, menyatakan bahwa timnya terus bekerja menguatkan konstruksi perkara.

“Kami masih dalam tahap penyidikan. Untuk saat ini, belum bisa kami sampaikan secara terbuka,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).

Penggeledahan Jadi Titik Awal Pengumpulan Bukti

Tim penyidik sebelumnya melakukan penggeledahan di kantor ESDM Kaltim yang berlokasi di Jalan MT Haryono, Samarinda, pada pertengahan Maret 2026.

Dalam kegiatan tersebut, penyidik bekerja selama beberapa jam untuk menelusuri berbagai dokumen yang diduga berkaitan dengan kasus.

Penyidik menyisir sejumlah ruangan penting, termasuk ruang kerja pegawai, area arsip, hingga brankas penyimpanan dokumen.

Mereka juga mengamankan sejumlah berkas dan perangkat elektronik yang dinilai memiliki keterkaitan dengan perkara.

Langkah penggeledahan ini menjadi bagian penting dalam proses penyidikan.

Melalui dokumen yang disita, penyidik berupaya menelusuri alur perizinan, aktivitas operasional, serta kemungkinan adanya ketidaksesuaian data dalam kegiatan pertambangan.

Dugaan Libatkan Perusahaan Tambang

Kasus ini diduga berkaitan dengan aktivitas pertambangan yang melibatkan sebuah perusahaan, yakni CV AJI.

Penyidik menduga terdapat ketidaksesuaian data dalam operasional tambang yang berpotensi menimbulkan kerugian negara.

Meski demikian, pihak kejaksaan belum mengungkap secara detail bentuk dugaan pelanggaran tersebut.

Penyidik masih mendalami berbagai dokumen serta keterangan saksi untuk memastikan adanya unsur tindak pidana korupsi.

Gusti menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin terburu-buru dalam menyimpulkan perkara.

Ia memastikan setiap langkah penyidikan dilakukan secara profesional dan berdasarkan alat bukti yang sah.

Selain mengumpulkan dokumen, tim penyidik juga terus memeriksa sejumlah pihak yang diduga mengetahui atau terlibat dalam perkara ini.

Pemeriksaan dilakukan untuk mengurai peran masing-masing pihak, baik dari unsur individu maupun korporasi.

“Pemeriksaan terus kami lakukan terhadap pihak-pihak terkait,” kata Gusti.

Penyidik juga memastikan bahwa seluruh barang bukti yang diperoleh akan disita secara resmi sesuai prosedur hukum. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat pembuktian dalam proses hukum selanjutnya.

Perhitungan Kerugian Negara Belum Final

Kejati Kaltim mengakui bahwa hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan besaran kerugian negara dalam kasus tersebut.

Penyidik masih berada pada tahap awal pengumpulan data dan belum menyerahkan hasilnya kepada auditor.

Dalam perkara korupsi, perhitungan kerugian negara menjadi salah satu unsur penting.

Oleh karena itu, penyidik harus terlebih dahulu mengumpulkan dokumen dan keterangan yang cukup sebelum melibatkan auditor independen.

“Perhitungan kerugian negara masih dalam tahap awal. Kami masih mengumpulkan dokumen dan keterangan saksi,” jelas Gusti.

Setelah data dinilai lengkap, hasil penyidikan akan diserahkan kepada ahli atau auditor yang berwenang untuk menghitung secara pasti nilai kerugian negara.

Kompleksitas Kasus Tambang Jadi Tantangan

Penyidikan kasus dugaan korupsi di sektor pertambangan dikenal memiliki tingkat kompleksitas tinggi.

Selain melibatkan dokumen dalam jumlah besar, kasus ini juga menyangkut aspek teknis operasional tambang dan proses perizinan yang panjang.

Penyidik harus memastikan setiap data yang diperoleh sesuai dengan kondisi di lapangan.

Mereka juga perlu mencocokkan laporan produksi dengan realisasi sebenarnya untuk mengidentifikasi potensi penyimpangan.

Kondisi tersebut membuat proses penyidikan membutuhkan waktu yang tidak singkat.

Meski demikian, Kejati Kaltim memastikan akan bekerja secara maksimal untuk menuntaskan perkara ini.

Komitmen Penegakan Hukum di Sektor Tambang

Kasus ini menjadi bagian dari upaya penegakan hukum yang lebih luas di sektor pertambangan di Kalimantan Timur.

Dalam beberapa waktu terakhir, aparat penegak hukum gencar mengusut berbagai dugaan pelanggaran, mulai dari perizinan hingga praktik operasional di lapangan.

Gusti menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menuntaskan perkara-perkara yang berkaitan dengan sektor pertambangan.

Ia menyebut sejumlah kasus sebelumnya telah berhasil dibawa hingga ke tahap persidangan.

Langkah ini sekaligus menjawab sorotan publik terhadap tata kelola sektor tambang yang selama ini dinilai rawan penyimpangan. Selain berdampak pada potensi kerugian negara, praktik ilegal di sektor ini juga sering menimbulkan persoalan lingkungan.

Publik Menanti Kejelasan

Di tengah terbatasnya informasi yang disampaikan, publik kini menantikan perkembangan lebih lanjut dari kasus ini.

Kejelasan mengenai konstruksi perkara, pihak yang bertanggung jawab, serta potensi kerugian negara menjadi hal yang dinanti.

Kejati Kaltim meminta masyarakat untuk bersabar dan memberikan kepercayaan kepada aparat penegak hukum.

Pihak kejaksaan memastikan akan menyampaikan perkembangan signifikan kepada publik setelah tahapan penyidikan mencapai titik yang memungkinkan untuk dipublikasikan.

Dengan masih berlangsungnya proses penyidikan, kasus ini menjadi ujian bagi komitmen penegakan hukum di sektor pertambangan, khususnya di wilayah yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat industri tambang terbesar di Indonesia. (*)

Show More
Back to top button