AdvertorialDPRD Samarinda
Trending

BNN Temukan 12 Pelajar Positif Narkoba, DPRD Samarinda Dorong Tes Urine di SPMB

POPNEWS.ID – DPRD Samarinda mendorong pemeriksaan urine masuk dalam rangkaian Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) sebagai upaya mendeteksi dini penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.



Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar, mengatakan pemeriksaan urine sejak proses penerimaan murid dapat membantu sekolah dan pihak terkait mengetahui potensi penyalahgunaan narkoba lebih awal.

Menurutnya, langkah tersebut perlu menjadi bagian dari upaya pencegahan di lingkungan pendidikan.

Anhar menyampaikan usulan itu setelah Badan Narkotika Nasional (BNN) Samarinda menemukan 12 pelajar SMP yang positif mengandung narkoba berdasarkan pemeriksaan urine pada awal Agustus 2026.

Ia menilai temuan tersebut harus menjadi perhatian bersama. DPRD Samarinda tidak ingin pemeriksaan hanya berakhir pada pemberian sanksi kepada siswa yang dinyatakan positif.

Menurut Anhar, sekolah dan pihak terkait perlu melihat kondisi setiap siswa sebelum menentukan bentuk penanganan.

Jika pemeriksaan menunjukkan adanya penggunaan narkoba, petugas perlu mempertimbangkan rehabilitasi maupun bentuk pendampingan lain sesuai kebutuhan siswa.

“Pemeriksaan urine dalam SPMB dapat menjadi pintu awal untuk mengetahui kondisi pelajar. Setelah itu, jika ditemukan kasus, penanganannya harus disesuaikan dengan kebutuhan anak, termasuk kemungkinan rehabilitasi,” ujar Anhar, Selasa (18/8/2026).

Ia menegaskan, penanganan pelajar yang terindikasi menggunakan narkoba harus mengedepankan pembinaan.

Pendekatan tersebut diharapkan membantu siswa kembali mengikuti proses pendidikan secara baik.

Politisi PDIP ini juga mendorong sekolah memperkuat langkah pencegahan dan pengawasan.

Upaya tersebut tidak dapat berjalan sendiri karena aktivitas pelajar berlangsung di sekolah maupun di luar lingkungan pendidikan.

Anhar meminta orangtua ikut mengawasi aktivitas anak dan membangun komunikasi dengan sekolah.

Ia juga mendorong sekolah memperkuat koordinasi dengan BNN serta instansi terkait agar pencegahan, pembinaan, dan penanganan kasus narkoba berjalan secara terpadu.

Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak menjadi kunci agar lingkungan pendidikan di Samarinda tetap aman dari ancaman penyalahgunaan narkoba. (Adv)

Show More
Back to top button