
POPNEWS.ID – Pencalonan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) menjadi perhatian media asing.
Sejumlah media menilai Destry menghadapi ujian untuk menjaga independensi bank sentral di tengah dorongan pemerintah Presiden Prabowo Subianto mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.
Media Malaysia, The Star, mengutip laporan Bloomberg yang menyoroti tantangan Destry dalam menyeimbangkan kepentingan pemerintah dengan ekspektasi investor.
Bloomberg melalui artikel berjudul “Bank Indonesia’s new chief faces test balancing growth, autonomy” menyebut Destry perlu meyakinkan pasar bahwa dirinya dapat mendukung target pemerintah tanpa mengorbankan independensi BI.
Sejumlah ekonom dan analis menyambut positif pencalonan tersebut.
Mereka memperkirakan BI akan melanjutkan kebijakan yang ada dengan tetap menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Bloomberg juga menyoroti hubungan baik Destry dengan pemerintah, termasuk Menteri Keuangan.
Hubungan tersebut dinilai dapat memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter.
Namun, kedekatan dengan pemerintah juga menjadi perhatian investor.
Koordinasi yang semakin erat berpotensi mendorong kebijakan moneter yang lebih longgar untuk menopang pertumbuhan ekonomi.
Financial Times Soroti Independensi BI
Financial Times turut memberitakan pencalonan Destry melalui artikel berjudul “Indonesia nominates new central bank governor after market turmoil”.
Media tersebut menyebut Presiden Prabowo Subianto mencalonkan ekonom senior Destry Damayanti untuk memimpin bank sentral Indonesia.
Pencalonan itu diperkirakan dapat meredakan kekhawatiran investor terkait independensi BI setelah gubernur sebelumnya mengundurkan diri secara tiba-tiba.
Destry saat ini menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur BI. Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan Destry menjadi satu-satunya kandidat yang diajukan Presiden.
Destry masih harus memperoleh persetujuan parlemen sebelum resmi menduduki posisi Gubernur BI.
Dihadapkan Target Pertumbuhan 8 Persen
Financial Times juga mengaitkan pencalonan Destry dengan ambisi pemerintah meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen selama masa pemerintahan lima tahun.
Target tersebut berada jauh di atas pertumbuhan ekonomi Indonesia yang saat ini sekitar 5 persen.
Kondisi itu membuat pasar akan mencermati arah kebijakan Destry jika parlemen menyetujui pencalonannya.
Ia menghadapi tuntutan untuk menjaga stabilitas rupiah dan inflasi sekaligus mendukung koordinasi kebijakan ekonomi pemerintah.
Pencalonan Destry dengan demikian menempatkan BI pada posisi strategis untuk membuktikan bahwa percepatan pertumbuhan ekonomi dapat berjalan beriringan dengan kredibilitas dan independensi bank sentral. (*)

