POPNEWS.ID – Transformasi besar yang dilakukan penyanyi Shabrina Leanor dengan menurunkan berat badan hingga 20 kilogram ternyata menyimpan cerita panjang di baliknya.
Bukan hanya soal penampilan, keputusan tersebut berawal dari tekanan mental yang ia alami setelah menerima banyak komentar negatif mengenai bentuk tubuhnya dari publik.
Shabrina mengatakan banyak orang mengaitkan bentuk tubuhnya dengan peluang berkarier di industri musik.
Ia kerap mendengar anggapan bahwa penyanyi bertubuh gemuk tidak akan laku atau sulit diterima publik.
Komentar tersebut perlahan memengaruhi kondisi psikologisnya meski pada awalnya ia merasa mampu mengabaikannya.
Menurut Shabrina, cibiran yang datang secara berulang membuat dirinya mempertanyakan penampilan sendiri.
Ia merasa sedih karena sebagian orang lebih fokus mengomentari bentuk tubuhnya dibandingkan kemampuan bernyanyi dan karya yang ia hasilkan.
Perbandingan yang Melukai Perasaan
Shabrina juga mengenang salah satu komentar yang paling menyakitkan.
Saat masih berusia 24 tahun, ia mengaku pernah dibandingkan dengan perempuan yang jauh lebih tua hanya karena memiliki tubuh berisi.
Ucapan tersebut meninggalkan luka emosional yang cukup dalam.
Ia mengaku berusaha tampil tegar, tetapi tekanan yang terus berdatangan akhirnya meruntuhkan pertahanan mentalnya.
Menurutnya, tidak mudah menghadapi penilaian publik yang terus menghakimi penampilan fisik.
Shabrina menilai setiap orang memiliki batas kemampuan dalam menghadapi kritik.
Meski dikenal berkepribadian kuat, ia tetap merasakan kesedihan ketika cibiran datang tanpa henti.
Memilih Operasi Bariatrik
Demi menjaga kesehatan mental sekaligus mendukung aktivitasnya sebagai penyanyi, Shabrina akhirnya memutuskan menjalani operasi bariatrik.
Selain tindakan medis tersebut, ia juga rutin menjalani perawatan sebagai bagian dari proses perubahan gaya hidup.
Keputusan itu, kata Shabrina, bukan semata-mata untuk memenuhi standar kecantikan, melainkan agar dirinya bisa menjalani hidup dengan lebih nyaman dan tetap fokus menghasilkan karya.
Transformasi fisik yang ia jalani pun berhasil membuat berat badannya turun hingga 20 kilogram.
Meski demikian, ia menyadari perubahan tersebut tidak lantas menghentikan komentar publik.
Fokus pada Ketenangan Hidup
Shabrina mengaku masih menerima beragam tanggapan setelah tubuhnya menjadi lebih langsing.
Sebagian orang justru menyebut mereka lebih menyukai penampilannya yang dulu.
Pengalaman itu membuatnya memahami bahwa publik tidak akan pernah benar-benar puas dengan penampilan seseorang.
Karena itu, Shabrina memilih mengubah cara pandangnya.
Ia tidak lagi menjadikan penilaian orang lain sebagai tolok ukur kebahagiaan. Baginya, versi terbaik dari diri seseorang adalah ketika mampu hidup dengan rasa syukur, damai, dan tenang tanpa terus dibebani ekspektasi mengenai bentuk tubuh. (*)