NewsPendidikanRegionalSamarinda
Trending

Perkuat Identitas Daerah, Pemkot Samarinda Perkuat Pelestarian 17 Cagar Budaya

POPNEWS.ID – Sebanyak 17 situs cagar budaya di Samarinda menjadi fokus pelestarian Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) sebagai upaya memperkuat identitas daerah, menjaga warisan sejarah, dan meningkatkan daya tarik wisata budaya di tengah perkembangan pembangunan kota.



Upaya tersebut juga menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperluas ruang edukasi sejarah sekaligus meningkatkan daya tarik wisata budaya.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Samarinda, Barlin Hady Kusuma, mengatakan pelestarian berbagai situs bersejarah menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

Beberapa di antaranya meliputi Masjid Shiratal Mustaqiem, Klenteng Thien Ie Kong, Tugu Kebangunan Nasional, serta Makam La Mohang Daeng Mangkona.

“Pemerintah berkomitmen menjaga memori kolektif masyarakat melalui pelestarian situs-situs bersejarah yang memiliki nilai penting bagi perjalanan Kota Samarinda,” ujar Barlin, Minggu (2/8/2026).

Disdikbud tidak hanya menjaga kondisi fisik bangunan bersejarah, tetapi juga mengembangkan kawasan tersebut menjadi ruang publik yang dapat dimanfaatkan pelajar, mahasiswa, dan masyarakat sebagai sarana pembelajaran sejarah serta aktivitas kebudayaan.

Perkuat Regulasi dan Kolaborasi Budaya

Barlin menjelaskan pengelolaan cagar budaya sejalan dengan visi jangka panjang Pemkot Samarinda untuk mewujudkan kota yang maju, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai budaya.

Karena itu, pemerintah terus memperkuat regulasi agar keberadaan situs bersejarah tetap terlindungi dari ancaman alih fungsi lahan maupun dampak pembangunan.

Selain itu, Disdikbud mempererat kolaborasi dengan ratusan sanggar seni, komunitas budaya, dan para budayawan lokal.

Sinergi tersebut diharapkan mampu menghidupkan aktivitas seni dan budaya di kawasan cagar budaya sehingga masyarakat semakin dekat dengan sejarah daerahnya.

“Kami ingin generasi muda memanfaatkan cagar budaya sebagai ruang belajar sekaligus tempat mengekspresikan kreativitas seni,” kata Barlin.

Pemerintah juga mendorong digitalisasi koleksi museum dan menggelar pameran secara berkala agar masyarakat dapat mengenal berbagai artefak bersejarah dengan cara yang lebih menarik dan mudah diakses.

Dorong Pariwisata dan Ekonomi Lokal

Menurut Barlin, integrasi antara situs cagar budaya, museum, dan penyelenggaraan festival seni tahunan mampu meningkatkan kebanggaan masyarakat terhadap kekayaan budaya lokal.

Program tersebut sekaligus memperkuat citra Samarinda sebagai destinasi wisata budaya di Kalimantan Timur.

Di sisi lain, pemerintah daerah terus memberikan pembinaan berkelanjutan kepada pelaku seni dan budaya agar ekosistem kebudayaan dapat berkembang secara mandiri.

Pemerintah juga terus mengusulkan berbagai warisan budaya takbenda untuk memperoleh pengakuan di tingkat nasional.

Barlin menilai pelestarian sejarah tidak hanya menjaga warisan masa lalu, tetapi juga membuka peluang ekonomi melalui sektor pariwisata.

Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat ikut menjaga dan merawat peninggalan bersejarah agar jati diri Samarinda tetap lestari serta dapat diwariskan kepada generasi mendatang. (*)

Show More
Back to top button