AdvertorialDPRD Samarinda

Kabut Asap Mengancam Kesehatan, DPRD Samarinda Bagikan Ribuan Masker ke Pelajar 

POPNEWS.ID – Wakil Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Arif Kurniawan membagikan ribuan masker gratis kepada pelajar di tengah kabut asap yang mulai menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan.

Arif bersama tim membagikan masker di kawasan Simpang Lampu Merah Air Putih, Samarinda, Selasa (1/9/2026).

Ia menyasar para pelajar yang melintas menuju sekolah untuk membantu mereka melindungi saluran pernapasan saat beraktivitas di luar ruangan.

Arif mengatakan, pembagian masker menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan udara yang tercemar asap.

Menurut dia, anak-anak dan pelajar perlu mendapat perhatian khusus karena mereka masih harus menjalankan aktivitas sekolah di tengah kondisi kualitas udara yang menurun.

“Masker ini kami bagikan sebagai bentuk kepedulian kepada anak-anak yang setiap hari beraktivitas di luar rumah. Kami ingin mereka memiliki perlindungan tambahan ketika kondisi udara tidak sehat,” kata Arif.

Ia mengajak para pelajar untuk menggunakan masker, terutama ketika berada di luar ruangan dan saat kondisi udara memburuk.

Arif juga meminta masyarakat tidak menganggap remeh dampak kabut asap terhadap kesehatan.

Selain membagikan masker, Arif mengingatkan masyarakat agar ikut mencegah kebakaran hutan dan lahan.

Menurutnya, masyarakat dapat berperan dengan tidak melakukan pembakaran sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan potensi kebakaran.

Arif juga mendorong aparat bertindak tegas jika menemukan pihak yang sengaja melakukan pembakaran.

Penegakan hukum, menurutnya, penting untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.

Ia berharap pembagian ribuan masker tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan di tengah kabut asap.

“Melindungi anak-anak berarti kita juga menjaga masa depan Samarinda. Karena itu, mari gunakan masker dan bersama-sama mencegah kebakaran yang dapat memperburuk kualitas udara,” pungkasnya. (Adv)

Show More
Back to top button