InternasionalNews

Deborah Tsai Dihukum Denda Usai Tuangkan Cairan ke Harta Bersejarah Jepang

POPNEWS.ID – Aktris Taiwan Deborah Tsai Yi Chen akhirnya buka suara setelah mendapat denda 500.000 yen atau sekitar Rp56 juta akibat menuangkan cairan yang mengandung gliserin ke artefak batu berusia lebih dari 1.200 tahun di Kuil Yakushiji, Nara, Jepang.

Dalam pernyataannya, Tsai mengakui kesalahan tersebut dan menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Jepang serta pihak kuil.

Tsai yang berusia 39 tahun itu menerima denda sebesar 500.000 yen atau sekitar Rp56 juta pada 2 September 2026.

Polisi Jepang menyatakan Tsai menuangkan cairan yang mengandung gliserin ke sebuah batu berukir garis-garis yang menggambarkan jejak kaki Buddha Shakyamuni.

Artefak tersebut memiliki nilai sejarah tinggi karena telah berusia lebih dari 1.200 tahun.

Menuangkan Cairan ke Artefak Bersejarah

Insiden itu terjadi pada 6 April 2026 ketika Tsai mengunjungi Kuil Yakushiji.

Setelah kunjungan tersebut, staf kuil menemukan bekas cairan pada permukaan artefak dan segera melaporkannya kepada polisi.

Penyelidik kemudian memeriksa rekaman kamera pengawas.

Rekaman tersebut memperlihatkan seorang pengunjung mengguncang sebuah botol kecil sebelum menuangkan cairan ke atas batu bersejarah tersebut.

Polisi selanjutnya mengidentifikasi Tsai sebagai orang yang berada dalam rekaman.

Aparat menangkapnya di Prefektur Osaka pada 22 Agustus ketika ia kembali memasuki Jepang.

Tsai bekerja sama dengan penyidik selama proses pemeriksaan.

Setelah penyelidikan selesai, pihak berwenang membebaskannya pada malam 2 September.

Tsai Akui Kesalahan dan Minta Maaf

Sehari setelah pembebasannya, Tsai mengunggah pernyataan dalam bahasa Mandarin dan Jepang melalui media sosial.

Ia meminta maaf kepada masyarakat Jepang serta seluruh pihak di Kuil Yakushiji yang terdampak tindakannya.

Tsai mengakui bahwa ketidaktahuan dan perilakunya telah menimbulkan kesulitan serta kerugian.

Ia juga mengatakan telah memberikan keterangan secara jujur kepada pihak berwenang selama penyelidikan.

Menurut Tsai, seseorang harus memahami budaya, sejarah, dan hukum negara lain sebelum melakukan sesuatu, terutama ketika berhadapan dengan aset budaya yang memiliki nilai sejarah dan budaya besar.

“Saya tidak punya alasan untuk ketidaktahuan saya sendiri,” kata Tsai dalam pernyataannya.

Dikenal Lewat Drama KO One

Tsai lebih dikenal publik Taiwan dengan nama Wuxiong.

Ia memperoleh popularitas melalui perannya sebagai seorang siswi dalam drama idola Taiwan, KO One, yang tayang pada 2005 hingga 2006.

Ia kemudian kembali memainkan karakter tersebut dalam KO One Return pada 2012-2013 dan KO One: Re-Call pada 2018.

Kasus di Yakushiji kini menjadi sorotan karena melibatkan salah satu artefak bersejarah Jepang dan figur publik dari Taiwan.

Permintaan maaf Tsai menjadi penutup dari proses penyelidikan yang berlangsung selama beberapa bulan setelah insiden tersebut terjadi. (*)

Show More
Back to top button