
POPNEWS.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mendorong penguatan tata kelola kebersihan melalui teknologi canggih.
Langkah ini tersampaikan dalam Rapat Koordinasi Rancangan Optimalisasi Pengangkutan Sampah Berbasis GPS yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) pada Rabu siang.
Rapat tersebut turut hadir oleh perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), serta sejumlah anggota TWAP.
Pertemuan membahas integrasi sistem pengangkutan sampah yang lebih efektif, efisien, dan terukur melalui pemanfaatan teknologi GPS.
Volume Sampah Masih Tinggi
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Samarinda, Muhammad Taufiq Fajar, menyatakan bahwa produksi sampah di kota ini masih tergolong tinggi.
“Setiap hari, warga Samarinda menghasilkan lebih dari 600 ton sampah,” ujarnya.
Kondisi ini menuntut pengangkutan yang optimal serta kerja ekstra dari seluruh armada kebersihan.
Fajar menekankan bahwa keberhasilan pengangkutan sampah tidak hanya bergantung pada armada, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat.
Warga diminta membuang sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) terdekat pada malam hari, yakni pukul 18.00 hingga 06.00 WITA, untuk mendukung kelancaran sistem.
Smart Fleet Jadi Solusi Cerdas
Untuk meningkatkan efisiensi, Pemkot Samarinda akan menerapkan Smart Fleet, sistem manajemen armada berbasis teknologi cerdas yang mengintegrasikan Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (AI), dan telematika.
Sistem ini memungkinkan pelacakan kendaraan secara real-time, analisis perilaku pengemudi, pemeliharaan prodiktif, hingga efisiensi bahan bakar melalui dashboard terpusat.
“Dengan pendekatan ini, produktivitas armada meningkat sekaligus menekan biaya operasional,” jelas Fajar.
Diskominfo Siap Mendukung Implementasi
Sekretaris Diskominfo Samarinda, Suparmin, menyambut baik rencana tersebut.
Ia menyatakan bahwa Diskominfo akan mempelajari proses bisnis dan kebutuhan operasional DLH secara mendalam.
Tahap berikutnya, Diskominfo akan melakukan diskusi teknis bersama DLH, termasuk pendataan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terlibat dalam pengelolaan kebersihan.
Selain itu, mereka juga akan menghitung kebutuhan anggaran dan fasilitas penunjang sebagai dasar implementasi sistem berbasis GPS secara terintegrasi.
Pemkot Samarinda menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah berbasis teknologi tidak hanya bergantung pada sistem cerdas, tetapi juga kesadaran warga.
Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, pengangkutan sampah diharapkan lebih cepat, efisien, dan berkelanjutan.(*)
