
POPNEWS.ID – DPRD Samarinda mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mengambil langkah bersama untuk menghadapi ancaman kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meningkat di Kalimantan Timur (Kaltim).
Wakil Ketua Komisi III DPRD Samarinda Arif Kurniawan, mengusulkan Pemkot Samarinda bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar salat istisqa sebagai ikhtiar menghadapi kondisi kemarau panjang.
Arif menilai langkah tersebut dapat menjadi bentuk ikhtiar spiritual sekaligus momentum mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
Ia juga berharap pemerintah kabupaten dan kota lain di Kaltim melakukan hal serupa.
Dorongan itu muncul setelah jumlah kejadian karhutla di Kaltim terus meningkat.
Berdasarkan data BPBD Kaltim yang diberitakan pada 18 Agustus 2026, tercatat 329 kejadian karhutla.
Sebanyak 134 kejadian berlangsung hanya dalam dua pekan pertama Agustus.
Arif mengatakan kondisi tersebut membutuhkan kombinasi antara ikhtiar keagamaan dan tindakan nyata pemerintah serta masyarakat.
“Salat istisqa dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk bersama-sama memohon hujan sekaligus melakukan evaluasi terhadap cara kita menjaga alam. Namun, doa harus berjalan bersama tindakan konkret,” kata Arif, Sabtu (22/8/2026).
Ia meminta pemerintah tetap memperkuat langkah teknis dalam menghadapi kekeringan dan karhutla.
Masyarakat juga perlu mencegah aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk pembakaran lahan secara sembarangan.
Arif menegaskan pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan semua pihak. Menurutnya, menjaga hutan, sumber air dan lingkungan harus menjadi tanggung jawab bersama.
“Pemerintah dan masyarakat harus bergerak bersamaan. Kita bisa memperkuat doa dan kepedulian sosial, tetapi pencegahan titik api serta perlindungan sumber air juga tidak boleh diabaikan,” pungkasnya. (Adv)




