
POPNEWS.ID – Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Samarinda merespons cepat video viral yang memperlihatkan sebuah kapal menempel di tiang Jembatan Mahakam Ulu pada Selasa (24/2/2026) malam.
Otoritas pelabuhan memastikan insiden tersebut tidak menimbulkan kerusakan pada struktur jembatan.
Kasi Keselamatan Berlayar, Penjagaan, dan Patroli (KBPP) KSOP Kelas I Samarinda, Yuliansyah, membenarkan kejadian tersebut.
Ia menjelaskan, kapal jenis Single Propeller Oil Barge (SPOB) itu mengalami mati mesin saat melintas di perairan sekitar jembatan.
“Kapal dalam kondisi kosong tanpa muatan. Saat mesin mati, kapal hanyut terbawa arus. Untuk mencegah dampak yang lebih fatal, kru memilih menempelkan badan kapal ke tiang jembatan agar tidak terus hanyut,” jelasnya, Rabu (25/2/2026).
Menurut Yuliansyah, langkah tersebut merupakan keputusan darurat yang diambil nakhoda demi menjaga keselamatan kapal dan lingkungan sekitar.
Ia menegaskan, kapal tidak menabrak, melainkan hanya menempel sementara hingga situasi terkendali.
Tim Gabungan Lakukan Pengecekan
KSOP langsung menurunkan tim gabungan bersama perwakilan Pelindo untuk memeriksa kondisi fisik jembatan.
Petugas memeriksa bagian pile cap serta struktur tiang yang terlihat dalam video.
“Hasil pengecekan menunjukkan tidak ada goresan maupun kerusakan struktural. Kondisi jembatan aman,” tegas Yuliansyah.
KSOP juga menyatakan kapal hanya menempel dalam waktu singkat sebelum kru berhasil mengendalikan situasi.
Hingga kini, tim teknis masih mengumpulkan data tambahan guna memastikan seluruh prosedur keselamatan telah dijalankan.
Sebelumnya, Kepala KSOP Kelas I Samarinda Mursidi menekankan pentingnya penerapan pemanduan kapal selama 24 jam tanpa jadwal pengolongan.
Ia menyebut kebijakan tersebut seharusnya sudah berjalan sejak awal Februari 2026.
“Harusnya awal Februari sudah dilakukan pengolongan 24 jam,” kata Mursidi, Rabu (25/2/2026).
Namun, ia menjelaskan kapal SPOB tersebut tidak termasuk kapal wajib pandu karena memiliki tonase di bawah 500 Gross Tonnage (GT).
Meski demikian, KSOP tetap mendorong optimalisasi layanan pemanduan guna mencegah kejadian serupa.
KSOP menyatakan akan menyampaikan informasi lanjutan terkait kemungkinan sanksi administratif setelah menerima laporan lengkap.
Otoritas pelabuhan juga mengingatkan seluruh operator kapal agar memastikan kesiapan mesin dan sistem navigasi sebelum berlayar, terutama saat melintasi area vital seperti Jembatan Mahulu.
Video berdurasi singkat yang beredar sebelumnya sempat memicu spekulasi publik soal dugaan tabrakan. Namun KSOP menegaskan insiden tersebut tidak menyebabkan kerusakan pada jembatan dan situasi kini telah terkendali. (*)


