Kasus itu terjadi sejak 2015.
"Bapaknya anak petinggi PT SM itu kemudian diangkat jadi duta besar baru-baru ini," kata Ubedilah Badrun usai melapor ke KPK didampingi kuasa hukumnya di depan kantor KPK, Senin (10/1/2022).
Dugaan KKN itu kata Ubedilah sangat jelas melibatkan Gibran, Kaesang, dan anak petinggi PT SM karena adanya suntikan dana penyertaan modal dari perusahaan ventura.
"Dua kali diberikan kucuran dana. Angkanya kurang lebih Rp99,3 miliar dalam waktu yang dekat. Dan setelah itu anak Presiden membeli saham di sebuah perusahaan yang angkanya juga cukup fantastis, Rp92 miliar," ujar Ubedilah.
Bagi Ubedilah, penyertaan modal itu jadi tanda tanya besar.
"Apakah seorang anak muda yang baru mendirikan
perusahaan dengan mudah mendapatkan penyertaan modal dengan angka yang cukup fantastis kalau dia bukan anak Presiden," kata Ubedilah dikutip dari Kompas. (Redaksi)