
POPNEWS.ID – Di bawah kepemimpinan Wali Kota Andi Harun dan wakilnya Saefudin Zuhri, Samarinda kembali mencatat prestasi membanggakan di tingkat nasional.
Dalam hasil Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 yang dirilis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kota Tepian berhasil menempati peringkat ketiga sebagai kota dengan daya saing tertinggi di Indonesia di luar Pulau Jawa.
Samarinda meraih skor 4,32 dan hanya berada di bawah Medan dan Banjarmasin.
Capaian ini sekaligus menjadikan Samarinda sebagai satu-satunya kota dari Kalimantan Timur yang masuk dalam jajaran teratas nasional.
Instrumen Strategis Pengukur Daya Saing
BRIN menyusun IDSD sebagai instrumen strategis untuk mengukur daya saing daerah secara komprehensif.
Lembaga tersebut menggunakan data sekunder dari berbagai kementerian dan instansi resmi pemerintah untuk memastikan akurasi dan akuntabilitas.
IDSD 2025 menjadi edisi keempat yang menggambarkan kondisi daya saing di 38 provinsi serta 508 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.
Dalam penyusunannya, BRIN tidak melakukan survei langsung atau wawancara, melainkan mengandalkan data yang telah tersedia secara nasional.
Dalam pengembangannya, BRIN mengadaptasi kerangka Global Competitiveness Index yang dikembangkan oleh World Economic Forum.
Namun, BRIN menyesuaikan indikator tersebut dengan konteks pembangunan nasional dan ketersediaan data di tingkat daerah.
Pendekatan ini memungkinkan penilaian yang lebih relevan terhadap kondisi riil di Indonesia, sekaligus tetap menjaga standar internasional dalam pengukuran daya saing.
12 Pilar Penentu Kinerja Daerah
IDSD 2025 menilai daya saing melalui 12 pilar utama yang mencakup berbagai aspek pembangunan.
Pilar-pilar tersebut meliputi infrastruktur, kesehatan, pendidikan, efisiensi pasar, hingga inovasi dan lingkungan.
Setiap pilar diukur melalui puluhan indikator yang kemudian diolah secara bertahap hingga menghasilkan skor akhir.
Untuk tingkat kabupaten dan kota, BRIN menggunakan sekitar 50 indikator sebagai dasar penilaian.
Capaian ini memperkuat posisi Samarinda sebagai pusat pertumbuhan di Kalimantan, terutama dengan kedekatannya terhadap proyek strategis nasional Ibu Kota Nusantara.
Pemerintah daerah dapat memanfaatkan hasil IDSD sebagai acuan dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Dengan kinerja yang terus meningkat, Samarinda berpeluang memperkuat daya saingnya di tingkat nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. (*)

