
POPNEWS.ID – Aktor Teuku Ryan membagikan pengalaman spiritualnya usai melakukan perjalanan religi ke sejumlah negara Timur Tengah.
Salah satu momen yang paling membekas terjadi saat ia mengunjungi makam yang diyakini sebagai makam Nabi Nuh AS di wilayah Bekaa, Lebanon.
Mantan suami Ria Ricis itu mengaku sengaja membawa meteran dari Indonesia.
Ia melakukan hal tersebut karena rasa penasaran yang besar terhadap sejarah para nabi, khususnya mengenai postur tubuh manusia pada masa lampau.
Ryan tidak sekadar melihat dan berdoa.
Ia bersama timnya langsung mengukur panjang makam tersebut.
“Yang paling mengagumkan menurut saya waktu datang ke makamnya Nabi Nuh. Karena saya enggak tahu ya, iseng dan penasaran, saya sempat ngukur makam itu bareng tim, saya bawa meteran,” ujarnya, Senin (2/3/2026).
Panjang Makam Lebih dari 30 Meter
Ryan mengungkapkan hasil pengukurannya membuatnya terkejut.
Ia menyebut panjang makam itu mencapai lebih dari 30 meter.
Timnya harus membentangkan meteran hingga tiga sampai empat kali untuk mengukur keseluruhan panjang makam tersebut.
“Kita ukur tuh ada tiga-empat kali meteran itu, sekitar 30 meter lebih. Jadi kayak, masyaallah kalau memang ini benar makamnya Nabi Nuh, kita bisa bayangin seberapa besar tingginya manusia pada saat itu,” katanya.
Menurut Ryan, pengalaman itu membuatnya semakin menyadari kebesaran Allah sekaligus memperluas pandangannya tentang sejarah umat manusia.
Ia merasa perjalanan tersebut bukan sekadar wisata religi, tetapi juga momen refleksi diri.
Kunjungi Makam Nabi Syits
Selain makam Nabi Nuh, Ryan juga menyambangi makam Nabi Syits yang dikenal memiliki ukuran panjang serupa.
Ia mengaku takjub melihat langsung situs-situs bersejarah yang selama ini hanya ia dengar dari cerita atau kajian.
Ryan menilai perjalanan tersebut memberinya pengalaman spiritual yang mendalam.
Meski demikian, ia tetap merasa kehidupan beragama di Indonesia jauh lebih nyaman.
“Kalau dari budaya kehidupan, paling enak berada di Indonesia ya. Karena, insyaallah Indonesia kita semua Ahlussunnah wal Jamaah. Kalau di sana ada beberapa mazhab yang mungkin berbeda dan enggak bisa kita ikutin,” pungkasnya.
Melalui perjalanan ini, Ryan tidak hanya memperkaya wawasan sejarahnya, tetapi juga mempertegas rasa syukurnya bisa hidup dan beribadah di Indonesia dengan suasana yang menurutnya lebih harmonis. (*)