Tak Berkategori
Trending

Pemkot Samarinda Matangkan Pembangunan TPST Incinerator di Sembilan Lokasi

POPNEWS.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus mematangkan pembangunan fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) berbasis incinerator di sembilan titik.



Hal ini dibahas dalam rapat paparan progres pembangunan incinerator yang digelar di Gedung Balai Kota Samarinda, Senin (26/1/2026) siang.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun langsung memimpin rapat tersebut dan turut hadir jajaran perangkat daerah terkait, di antaranya Kepala Bapperida Samarinda Ananta Fathurrozi, Kepala BKPSDM Samarinda Fiona Citrayani, Ketua TWAP Samarinda Saparuddin, serta Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Samarinda Suwarso.

TPST incinerator ini menjadi salah satu solusi Pemkot Samarinda dalam mengurangi volume sampah secara signifikan sekaligus menjaga standar lingkungan.

Teknologi Incinerator Ramah Lingkungan

Pemkot Samarinda menegaskan bahwa incinerator ini berbeda dengan insinerator konvensional.

Alat ini bekerja stabil pada suhu 800 derajat Celsius dan tidak menggunakan cerobong asap.

Proses pembakaran sampah melalui sistem netralisasi air sehingga lebih ramah lingkungan.

Selain mengurangi volume sampah, hasil pembakaran incinerator ini juga berpotensi dikonversi menjadi energi listrik atau uap.

Sembilan Lokasi TPST dalam Tahap Pembangunan

Pemkot Samarinda membangun fasilitas TPST incinerator di sembilan lokasi, yakni Polder Air Hitam, Bukit Pinang, Ring Road Lok Bahu, Lempake, Wanyi, Baqa, Handil Bhakti, Simpang Pasir, dan Tani Aman.

Progres yang dipantau meliputi kesiapan mesin incinerator, pembangunan bangunan pendukung, serta dukungan infrastruktur seperti jaringan PDAM, listrik PLN, akses jalan, dan lampu penerangan jalan umum (LPJU).

Plt Kepala DLH Samarinda, Suwarso, menyampaikan bahwa penyediaan mesin menunjukkan progres positif.

Namun, ia mengakui masih terdapat beberapa titik yang membutuhkan penyempurnaan, khususnya pada akses jalan dan dukungan kelistrikan.

Beberapa fasilitas juga masih berada pada tahap perakitan mesin.

Anggaran dan Kesiapan SDM Jadi Sorotan

Dalam rapat tersebut, Suwarso juga mengungkapkan bahwa keterbatasan anggaran berdampak pada pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

Saat ini, jumlah pekerja inti yang terlibat masih berkisar sembilan orang.

Pembahasan juga mencakup gaji operator, teknisi mesin, serta petugas keamanan yang akan ditempatkan di sembilan lokasi TPST.

Untuk menjaga standar lingkungan, DLH Samarinda merencanakan pelaksanaan uji kualitas udara secara berkala seiring berjalannya operasional incinerator.

Andi Harun Tegaskan K3 dan Efisiensi

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan bahwa akses jalan dan LPJU menuju lokasi TPST merupakan syarat mutlak keselamatan dan kesehatan kerja (K3), bukan fasilitas sekunder.

“Akses jalan dan PJU itu bukan fasilitas sekunder, itu adalah syarat K3. Jika ini tidak terpenuhi, kita sangat rawan terhadap penurunan standar operasional prosedur,” tegasnya.

Ia juga menyoroti struktur biaya operasional yang dinilai belum efisien, termasuk jumlah personel keamanan yang mencapai 27 orang.

Andi Harun meminta perbaikan pengelolaan sumber daya manusia serta menegaskan bahwa ke depan penganggaran harus berbasis capaian kinerja dan kebutuhan riil di lapangan.(*)

Show More
Back to top button