LifestyleRegional
Trending

Gisel Ungkap Pengalaman Love Bombing, Tekankan Pentingnya Logika dan Intuisi dalam Hubungan

POPNEWS.ID – Gisella Anastasia atau Gisel membagikan pandangannya mengenai fenomena love scamming dan love bombing yang belakangan ramai di publik.



Ia menyampaikan hal tersebut secara jujur dan reflektif berdasarkan pengalaman pribadinya dalam menjalin hubungan.

Gisel menilai fenomena manipulasi emosional ini nyata dan dapat menimpa siapa saja, terutama ketika seseorang berada dalam fase jatuh cinta.

Gisel mengungkapkan pernyataannya saat menghadiri pemutaran film di Metropole XXI, Jakarta Pusat, Selasa (27/1).

Menurutnya, kisah love scamming yang diangkat dalam film tersebut terasa sangat ekstrem dan terstruktur, bahkan melampaui pengalaman yang pernah ia alami secara langsung.

Tak Pernah Alami Love Scamming Separah di Film

Gisel mengaku belum pernah mengalami love scamming yang dilakukan secara sistematis dan masif seperti yang digambarkan dalam film.

Ia menilai cerita tersebut memang untuk menunjukkan sisi tergelap dari manipulasi emosional dalam hubungan.

“Belum pernah mengalami love scamming yang seteratur dan separah di film ini tuh belum ya,” ungkap Gisel.

Meski demikian, Gisel tidak menutup mata bahwa bentuk manipulasi emosional bisa hadir dalam berbagai wujud, termasuk melalui perhatian berlebihan di awal hubungan yang kerap menyalah artikan sebagai ketulusan.

Pernah Terjebak Love Bombing di Awal Hubungan

Gisel secara terbuka mengakui bahwa ia pernah terjebak dalam situasi love bombing.

Ia mengungkapkan bahwa pengalaman tersebut terjadi di fase awal hubungan, ketika seseorang cenderung larut dalam perhatian dan validasi emosional yang intens.

“Kalau ketipu love bombing di awal, aku pernah. Dan itu gapapa, jadikan pembelajaran aja buat ke depan,” ujarnya.

Bagi Gisel, pengalaman tersebut justru menjadi pelajaran berharga untuk lebih waspada dan tidak mudah terbawa perasaan saat memulai hubungan baru.

Logika Jadi Kunci untuk Lepas dari Manipulasi Emosional

Dalam proses keluar dari situasi tersebut, Gisel menilai bahwa logika memegang peranan penting.

Ia merasa bersyukur karena mampu menyeimbangkan perasaan dengan akal sehat, sehingga tidak terjebak terlalu dalam.

“Cara lepas dari love bombing waktu itu, untungnya aku lumayan logis sih,” kata Gisel.

Ia menambahkan bahwa sikap logis tersebut terbentuk dari proses hidup yang ia jalani.

Menurutnya, hubungan yang sehat tidak bisa hanya berdasarkan perasaan semata tanpa pertimbangan rasional.

Pesan Tegas: Dengarkan Intuisi Sejak Awal

Menutup pernyataannya, Gisel memberikan pesan tegas bagi siapa pun yang sedang menjalani hubungan.

Ia menekankan pentingnya mendengarkan intuisi sejak awal dan berani mengambil keputusan untuk keluar jika merasa ada tanda-tanda tidak sehat.

“Kalau udah feeling gak bagus tentang hubungan itu, mending cabut aja. Keluar dari lingkaran itu,” tutupnya.

Pernyataan Gisel pun menuai respons luas dari warganet.

Banyak yang menilai pengalamannya sangat relevan dengan kondisi hubungan masa kini, terutama di tengah maraknya kasus manipulasi emosional yang kerap berawal dari perhatian berlebihan. (*)

Show More
Back to top button