
POPNEWS.ID – Neneng Chamelia Shanti menjadi figur sentral dalam birokrasi Pemerintah Kota Samarinda setelah terpilih sebagai Sekretaris Daerah (Sekda). Ia terkenal sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang loyal, berintegritas, dan total dalam menjalankan setiap amanah jabatan.
Ia membangun kariernya secara bertahap sejak tahun 2002. Selama lebih dari dua dekade, Neneng konsisten meniti jalur birokrasi dari level teknis hingga akhirnya mencapai posisi tertinggi dalam struktur ASN daerah.
Karier Konsisten dan Terarah
Neneng mengawali karier sebagai ASN pada April 2002 di Dinas Permukiman dan Pengembangan Kota Samarinda. Ia mengabdi di instansi tersebut hingga 2008 selama kurang lebih 5 tahun 9 bulan.
Setelah itu, ia melanjutkan karier di Dinas Cipta Karya dan Tata Kota Samarinda sejak April 2008 hingga 2017. Dalam kurun waktu hampir 9 tahun, ia memperdalam pengalaman di bidang infrastruktur dan penataan kota.
Pada Februari 2017 hingga 2019, Neneng kembali bertugas di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Samarinda selama dua tahun. Ia kemudian sempat berpindah ke Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Samarinda pada Februari hingga Mei 2019.
Tak lama berselang, ia kembali ke Disperkim pada Mei 2019 hingga November 2022. Di periode ini, ia menjabat sebagai Kepala Bidang Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU).
Saat menjabat posisi tersebut, Neneng Chamelia Shanti menghadapi tantangan besar di masa pandemi Covid-19. Ia turun langsung menangani penyediaan lahan pemakaman bagi korban pandemi seluas sekitar 2,5 hektare. Ia memastikan proses berjalan cepat, tertata, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Kariernya terus meningkat saat ia dipercaya menjadi Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Samarinda pada November 2022 hingga September 2025. Di jabatan ini, ia memperkuat pengawasan proyek dan tata kelola pembangunan.
Ia terkenal dengan tegas dalam menegur kontraktor yang tidak bekerja sesuai ketentuan. Ia juga menjadi pengusul pembangunan drainase di kawasan Citra Niaga sebagai bagian dari pembenahan infrastruktur kota.
Menjelang akhir 2025, Neneng terpilih sebagai Inspektur Kota Samarinda dan menjabat selama sekitar 6 bulan. Di posisi ini, ia fokus memperkuat pengawasan internal sebelum akhirnya mendapat kepercayaan menjadi Sekda.
Pengalaman lintas sektor tersebut membentuk pemahaman yang kuat, mulai dari aspek teknis hingga pengawasan pemerintahan.
Kepemimpinan Berbasis Sistem dan Integritas
Neneng Chamelia Shanti menerapkan gaya kepemimpinan berbasis sistem. Ia menekankan ketertiban administrasi, ketelitian dalam pekerjaan, serta akuntabilitas dalam setiap kebijakan.
Saat menjabat sebagai Inspektur, ia membawa capaian penting dengan masuk 10 besar nasional Pariwara Anti Korupsi. Prestasi ini menjadi indikator kuat komitmennya dalam membangun birokrasi yang bersih dan transparan.
Neneng Chamelia Shanti terkenal sebagai sosok yang sistematis, detail, serta konsisten menjalankan aturan di setiap jabatan yang menjadi tanggung jawabnya.
Segera Dilantik sebagai Sekda Definitif
Pemerintah Kota Samarinda memastikan pelantikan Sekda definitif akan segera dilaksanakan.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan bahwa posisi tersebut bersifat definitif, bukan sementara.
“Besok sore Sekda definitif akan dilantik. Dasarnya rekomendasi dari Pemprov,” ujarnya.
(Redaksi)


