Advertorial
Trending

Ingatkan Pentingnya Tata Ruang Kota, Disporapar Samarinda Dorong Mahasiswa Kawal Pembangunan 

POPNEWS.ID – Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Samarinda, Muslimin, membuka Rapat Umum Anggota Cabang (RUAC) XXIX Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Samarinda St. Ignatius De Loyola pada Jumat (27/3/2026) siang.



Acara ini dirangkaikan dengan seminar bertema “Optimalisasi Pembangunan Tata Ruang Kota Samarinda di Tengah Efisiensi Anggaran”.

Dalam sambutannya, Muslimin menyampaikan permohonan maaf Wali Kota Samarinda, Andi Harun yang berhalangan hadir.

Ia menegaskan bahwa Andi Harun memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan serta hasil yang akan dirumuskan peserta RUAC.

RUAC sebagai Momentum Strategis

Muslimin menekankan bahwa RUAC bukan sekadar agenda rutin organisasi.

Ia menyebut forum ini sebagai momentum strategis untuk mengonsolidasikan gagasan, memperkuat jati diri, dan meneguhkan komitmen kader dalam menjawab tantangan zaman.

“RUAC menjadi wadah bagi mahasiswa untuk berkolaborasi, berdiskusi, dan merumuskan program yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa PMKRI selama ini dikenal sebagai organisasi yang membentuk kader muda kritis, berintegritas, dan peduli sosial.

Di Samarinda, kontribusi PMKRI terlihat melalui pendampingan masyarakat, advokasi kebijakan, dan diskusi publik.

Pentingnya Tata Ruang Kota

Terkait tema seminar, Muslimin menyoroti isu tata ruang sebagai persoalan strategis.

Ia menegaskan bahwa tata ruang tidak hanya soal zonasi, tetapi menentukan arah pembangunan kota, kualitas lingkungan, dan pemerataan layanan publik.

“Tata ruang yang baik akan melahirkan kota yang tertib, produktif, dan berkelanjutan. Sebaliknya, tata ruang yang lemah berpotensi menimbulkan kemacetan, banjir, konflik lahan, hingga ketimpangan pembangunan,” tegasnya.

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, ia menekankan pentingnya perencanaan yang tepat serta penggunaan anggaran yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Efisiensi, kata Muslimin, bukan berarti menghentikan pembangunan, tetapi memastikan setiap program berjalan efektif, disiplin, dan terukur.

Mahasiswa Sebagai Mitra Kritis Pemerintah

Muslimin mendorong mahasiswa untuk berperan aktif sebagai kekuatan moral dan intelektual.

Mahasiswa diminta tidak hanya menjadi penonton, tetapi hadir sebagai mitra kritis pemerintah dalam mengawal arah pembangunan kota.

Ia menutup sambutannya dengan harapan agar PMKRI Cabang Samarinda terus menjadi organisasi yang hidup, solutif, dan konsisten dalam pengabdian kepada gereja, bangsa, dan negara.

“PMKRI harus tetap menjadi motor penggerak perubahan positif dan pengawal kepentingan publik di Samarinda,” pungkasnya. (Adv)

Show More
Back to top button