POPNEWS.ID – Kehadiran Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, dalam acara Deklarasi Sumpah Pemuda di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, menuai sorotan publik.
Menanggapi kritik yang bermunculan, Raffi Ahmad akhirnya buka suara dan menegaskan bahwa dirinya hanya memenuhi undangan, tanpa terlibat dalam perencanaan maupun penyelenggaraan acara tersebut.
Ia membantah terlibat dalam perencanaan maupun penyelenggaraan kegiatan yang menuai kritik dari masyarakat tersebut.
Ia mengaku baru menerima informasi mengenai undangan tersebut pada malam sebelum acara berlangsung.
“Saya hadir dalam kegiatan deklarasi Sumpah Pemuda kemarin sebagai undangan yang informasinya baru saya terima pada malam sebelum acara,” tulis Raffi.
Bantah Terlibat dalam Persiapan Acara
Raffi juga menegaskan bahwa dirinya tidak mengetahui detail teknis maupun rangkaian kegiatan yang disusun panitia.
Ia mengaku tidak ikut menentukan susunan acara ataupun pihak-pihak yang hadir dalam deklarasi tersebut.
Menurutnya, kehadirannya sebatas memenuhi undangan tanpa mengambil bagian dalam proses persiapan kegiatan.
Selain itu, Raffi membantah memiliki keterlibatan dalam pengaturan kemunculan salah satu merek yang terlihat di lokasi deklarasi.
Ia menjelaskan bahwa gapura dan pembatas jalan yang menampilkan merek tersebut sudah terpasang jauh sebelum acara berlangsung.
“Gapura dan pembatas jalan yang menampilkan merek tersebut sudah berdiri jauh sebelum acara dan tidak berkaitan dengan kehadiran saya,” tegasnya.
Hormati Aspirasi Mahasiswa
Di tengah kritik masyarakat, Raffi turut menyampaikan penghormatan kepada mahasiswa yang menggelar demonstrasi pada 28 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.
Ia menilai penyampaian pendapat merupakan hak setiap warga negara yang harus dihormati.
Raffi juga menganggap suara mahasiswa memiliki peran penting dalam kehidupan demokrasi.
“Saya menghormati teman-teman yang menyampaikan aspirasi pada 28 Oktober 2026. Menyampaikan pendapat adalah hak, dan suara mahasiswa itu penting,” pungkasnya.
Menutup klarifikasinya, Raffi menyatakan terbuka terhadap berbagai masukan dan evaluasi dari masyarakat.
Ia menyadari setiap pejabat publik perlu menerima kritik sebagai bagian dari tanggung jawab kepada masyarakat.
Meski demikian, ia berharap masyarakat menyampaikan kritik berdasarkan fakta dan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan tuduhan maupun fitnah. (*)
Inti Berita
- Ia membantah terlibat dalam perencanaan maupun penyelenggaraan kegiatan yang menuai kritik dari masyarakat tersebut.
- Raffi menyampaikan klarifikasi melalui akun Instagram pribadinya pada Sabtu (31/10/2026).
- Ia mengaku baru menerima informasi mengenai undangan tersebut pada malam sebelum acara berlangsung.
Baca Juga:
Tim Redaksi
Tim editorial Popnews yang menghadirkan kabar musik, film, selebritas, dan tren gaya hidup terkini.


