POPNEWS.ID - DPRD Samarinda turun tangan dalam penanganan konflik lahan di Lok Bahu dan di kawasan Folder Air Hitam.
Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra, menyampaikan bahwa konflik di Lok Bahu muncul akibat klaim pemerintah pusat terkait lahan transmigrasi.
Warga yang telah menguasai lahan selama puluhan tahun kini menghadapi ketidakpastian hukum setelah Kementerian Transmigrasi meminta Kementerian ATR/BPN menghentikan proses sertifikasi pada 2023.
“Kami masih menelusuri apakah lahan ini benar-benar masuk dalam aset pemerintah kota atau bukan,” ujar Samri.
Investigasi bersama BPKAD Samarinda sedang berlangsung untuk memastikan status hukum lahan.
Komisi I akan mendalami dokumen kepemilikan warga yang telah memiliki sertifikat sah untuk memastikan keabsahan klaim tersebut.
Di sisi lain, kasus ganti rugi lahan di kawasan Folder Air Hitam melibatkan klaim dari seorang warga bernama Chairul Anwar, yang memegang Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor 745 dan 746.
Permasalahan semakin rumit karena saat ini di atas lahan tersebut telah berdiri fasilitas olahraga seperti gedung anggar dan taekwondo.
Menurut Samri, proses pembebasan lahan oleh Pemkot Samarinda belum sepenuhnya selesai, dengan tujuh pemilik lahan yang masih menunggu pembayaran ganti rugi.
“BPKAD meminta pemilik lahan segera mengajukan ke BPN agar titik koordinatnya bisa dipastikan. Ini untuk memperjelas lokasi lahan yang diklaim,” kata Samri.
Samri juga mencurigai adanya kemungkinan pembayaran ganti rugi ganda yang dilakukan Pemkot.
Ada dugaan bahwa beberapa lahan sudah dibayar kepada pemilik sebelumnya, tetapi berpindah kepemilikan tanpa proses administratif yang jelas.
“Kami akan mendampingi masyarakat, tetapi juga perlu kejelasan dari kedua belah pihak. Komisi I tidak akan berpihak secara membabi buta,” tegas Samri.
DPRD Samarinda berharap penyelesaian sengketa ini bisa segera tercapai, dengan mengutamakan asas keadilan dan kepastian hukum.
Komisi I berkomitmen untuk menjaga hak masyarakat tanpa mengabaikan kepentingan pemerintah daerah dalam pengelolaan aset. (adv)