SAMARINDA — Langkah nyata dalam gerakan cegah stunting Samarinda terus diperkuat melalui pemanfaatan lahan pekarangan rumah. Pemerintah Kota Samarinda kini menginisiasi program inovatif yang tidak hanya berfokus pada asupan gizi langsung, tetapi juga kemandirian ekonomi serta penataan lingkungan sehat bagi masyarakat.
Sebagaimana dilaporkan oleh portal berita Diksi, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Samarinda bekerja sama dengan DPD IPPRISIA Kaltim menggelar Pelatihan Keterampilan Budidaya Tanaman Pekarangan di Kecamatan Samarinda Seberang. Kegiatan ini diikuti oleh 42 peserta dari keluarga berisiko stunting.
Strategi Pekarangan Pangan untuk Cegah Stunting Samarinda
Wakil Wali Kota Samarinda, H. Saefuddin Zuhri, menegaskan bahwa penanganan stunting memerlukan pendekatan holistik. Selain pemenuhan gizi anak, stabilitas ekonomi keluarga dan perbaikan sanitasi menjadi pilar penting yang tidak boleh terabaikan.
Baca Juga: Terbentur Kejurprov dan Keterbatasan Venue, Beberapa Cabor Mulai Dipertandingkan di Popda Paser 2022
Masyarakat didorong untuk menanam tanaman produktif seperti cabai, tomat, dan sayuran di area rumah masing-masing. Langkah ini dinilai mampu menekan pengeluaran harian sekaligus menjamin ketersediaan bahan pangan segar bergizi tinggi.
- Optimalisasi Pekarangan: Mengubah lahan kosong menjadi lumbung pangan keluarga mandiri.
- Sanitasi Sehat: Penyediaan fasilitas jamban layak bagi keluarga berisiko.
- Penguatan Ekonomi: Potensi tambahan penghasilan dari penjualan hasil panen berlebih.
Dukungan Sanitasi dan Kolaborasi Lintas Sektor
Selain ketahanan pangan, Program GENTING Non Nutrisi ini memberikan perhatian serius pada akses sanitasi. DPD IPPRISIA Kaltim menyalurkan bantuan sebesar Rp37.755.000 untuk pembangunan jamban sehat di tiga kelurahan, didukung kontribusi Klinik Risa Medika senilai Rp8.000.000.
Melalui kolaborasi antarsektor ini, Pemkot Samarinda berharap pola hidup bersih dan mandiri pangan dapat menyebar luas, menjadikan lingkungan keluarga lebih tangguh serta sehat secara berkelanjutan.
Implikasi dan Catatan Tambahan Seputar Cegah Stunting Samarinda
Perkembangan isu mengenai cegah stunting Samarinda membuka wacana penting tentang perlunya kolaborasi antarsektor guna memastikan keberlanjutan informasi publik yang sehat, kredibel, dan berdaya guna bagi masyarakat.
Inti Berita
- Langkah nyata dalam gerakan cegah stunting Samarinda terus diperkuat melalui pemanfaatan lahan pekarangan rumah.
- Kegiatan ini diikuti oleh 42 peserta dari keluarga berisiko stunting.Strategi Pekarangan Pangan untuk Cegah Stunting SamarindaWakil Wali Kota Samarinda, H.
- Saefuddin Zuhri, menegaskan bahwa penanganan stunting memerlukan pendekatan holistik.
Baca Juga:
Christ
Tim editorial Popnews yang menghadirkan kabar musik, film, selebritas, dan tren gaya hidup terkini.


