
POPNEWS.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui program Gema Ramadan kembali menggelar tausiah keagamaan setelah Salat Zuhur berjamaah.
Kegiatan itu berlangsung di Mushola Ar-Raudah, Balaikota Samarinda, Senin (2/3/2026).
Kegiatan ini menghadirkan seluruh pegawai Balaikota, termasuk Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra), dalam suasana religius dan penuh kekeluargaan.
Dalam tausiah yang di sampaikan Wali Kota Samarinda Andi Harun menekankan bahwa puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi membangun kesadaran diri secara mendalam.
“Puasa mengajarkan kita ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, mengenal keterbatasan diri, mengendalikan kehendak, dan meningkatkan akhlak dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia juga menegaskan makna puasa sebagai “simulasi kematian”.
Dengan menahan makan, minum, dan hawa nafsu, seseorang di ajak merasakan kelemahan diri dan kefanaan dunia, sehingga orientasi hidup tertuju pada akhirat.
“Ketika kita berpuasa dan sengaja berlapar-lapar, itu karena kita mencintai akhirat. Dunia kita tundukkan, menjadi jauh lebih kecil di hadapan besarnya pandangan akhirat,” ucapnya.
Zakat dan Sedekah sebagai Bentuk Kepedulian Sosial
Selain puasa, Andi Harun juga menekankan pentingnya menunaikan zakat dan sedekah selama bulan suci Ramadan.
Ia mengutip sejumlah ayat Al-Qur’an, antara lain Surat Al-Baqarah ayat 183, 189, dan 254, serta Surat Al-An’am ayat 48.
Mengutip Ibnu Qayyim, Andi Harun menegaskan bahwa amal ibadah tidak cukup di jalankan secara formal dan lahiriah.
“Amal-amal itu tidak hanya kita laksanakan berdasarkan perintah legalitas dan lahiriahnya saja, tapi juga berdasarkan tujuan perintah itu di buat,” jelasnya.
Melalui program Gema Ramadan, Pemkot Samarinda berharap kegiatan ini dapat memperkuat keimanan dan ketakwaan aparatur sipil negara sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial melalui zakat dan sedekah.
Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antarpegawai di Balaikota di tengah kesibukan kerja harian.
Kegiatan rutin Gema Ramadan ini menunjukkan komitmen Pemkot Samarinda dalam menanamkan nilai-nilai ibadah, kesadaran sosial, dan etika spiritual di lingkungan pemerintahan, sehingga aparatur tidak hanya bekerja secara profesional, tetapi juga berbasis akhlak dan kepedulian terhadap sesama. (*)

