Hiburan
Trending

Sikap Kritis Diduga Jadi Pemicu, Chiki Fawzi Batal Berangkat sebagai Petugas Penyelenggara Ibadah Haji 2026

POPNEWS.ID – Kabar pencopotan Chiki Fawzi dari posisinya sebagai Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026 mendadak menjadi sorotan publik.



Putri musisi senior Ikang Fawzi itu sebelumnya telah mengikuti rangkaian pendidikan dan pelatihan untuk bertugas melayani jemaah di Tanah Suci.

Pembatalan tersebut diduga berkaitan dengan sikap kritis Chiki di media sosial.

Isu ini pun memicu reaksi keras dari sang ayah yang menilai keputusan itu tidak bijaksana.

Ikang Fawzi Akui Tersinggung

Ikang Fawzi secara terbuka menyampaikan kekecewaannya saat ditemui di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat.

Ia menegaskan bahwa dirinya bukan hanya merasa sedih, tetapi juga tersinggung atas keputusan pencopotan tersebut.

Menurut Ikang, pihak terkait seharusnya bersikap profesional, terlebih Chiki telah melewati proses seleksi dan pembekalan yang tidak singkat.

Ia menyayangkan keputusan yang diambil setelah putrinya mempersiapkan diri secara serius untuk mengemban amanah tersebut.

Meski demikian, Ikang tetap menyerahkan sepenuhnya keputusan itu kepada penyelenggara.

Ia memilih tidak memperpanjang polemik, namun tetap menyuarakan pandangannya secara terbuka.

Dukung Sikap Kritis Anak Muda

Di tengah polemik yang berkembang, Ikang justru menegaskan dukungannya terhadap sikap kritis sang putri.

Ia menilai karakter kritis dan tanggung jawab merupakan bekal penting bagi generasi muda.

Ikang percaya anak muda harus berani menyampaikan pendapat demi masa depan mereka.

Ia bahkan merasa bangga memiliki anak yang berani bersikap dan bertanggung jawab atas pandangannya.

Baginya, masa depan tidak datang secara cuma-cuma.

Generasi muda harus memperjuangkannya dengan keberanian, integritas, dan pemikiran yang matang.

Chiki Tanggapi dengan Bijak

Sementara itu, Chiki menunjukkan sikap dewasa dalam menghadapi situasi ini.

Ikang mengungkapkan bahwa putrinya menerima pembatalan tersebut dengan lapang dada dan mengaitkannya dengan izin Tuhan.

Chiki meyakini bahwa kesempatan berangkat haji dan bertugas di Tanah Suci sepenuhnya berada dalam kehendak Allah.

Jika saat ini belum terwujud, ia percaya ada rencana yang lebih baik ke depan.

Sikap tenang itu justru membuat Ikang merasa lebih kuat. Ia melihat putrinya mampu memaknai ujian ini sebagai bagian dari proses kehidupan.

Untuk menguatkan satu sama lain, Ikang memilih menghabiskan waktu bersama keluarga.

Ia mengajak Chiki makan bakso bersama sebagai bentuk dukungan sederhana namun bermakna.

Ikang meyakini peristiwa ini justru mempererat hubungan keluarga mereka.

Ia percaya keluarga yang solid akan melahirkan pribadi-pribadi tangguh yang mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan. (*)

Show More
Back to top button